Cinta Oh Cinta #Part 3

CINTA HAKIKI

Adalah berhak merasa sedih
jika kenyataan ternyata tak sesuai harapan
Adakalanya hidup memang tak adil

Adalah wajar jika merasa ringkih
Saat badai kehidupan menghebat meratakan cita dan angan
Kadang harapan memang sebatas mimpi

Tentu bukan kesalahan jika merasa letih
Sebab kadang kenyataan tak menyapa keinginan
Memang hidup tak selalu pasti

Adalah manusiawi untuk merasa jengah dan interupsi
Sebab seringkali kita menganggap ketidaksesuaian sebagai kesalahan
Memang hidup adalah permainan yang mungkin dan boleh-jadi

Adalah bisa merintih perih dan mengadu nyeri
Sebab langit tak selalu cerah
Kadang ia berwarna gelap dan bercorak ngeri

Demikianlah episode kehidupan
Kadang Cinta Tuhan tak datang dalam rupa yang indah
Dan bentuk yang sesuai harap

Begitulah kadang Cinta Tuhan Usah dipertanyakan, mengapa?
Sebab Cinta sejati dan hakiki, apakah perlu dipertanyakan?

Ada saat Kau tampakan Cinta dengan rupa berjuta semerbak bunga
menelisik hati menghibur duka, menentramkan dan membuat bahagia
Ia Cinta, hanya dalam rupa yang biasa

Kadang Cinta Tuhan bagai sembilu, mengiris hati pahit laksana empedu
Namun sungguh Kau sedang ajari aku sesuatu
Ia tetaplah Cinta, dalam wajah asing dan baharu

Kita namakan yang pertama Cinta, dan yang kedua sebagai Derita
Bagi Tuhan keduanya sama saja
Supaya kita tak terlalu tak-setia

Oh Allah ya Rabbi, ajarkan aku a-ba-ta-tsa Cinbta
Sebab Cinta adalah lentera, dalam gelap dan resah jiwa
Dengannya Kau tunjukan rahasia dan makna-makna

Ya Rahman, ajarkan aku mengeja Cinta

Sebab dengannya, kemanapun kuhadapkan wajah,
yang ada indah wajahMu saja

Bapak |M. Ishaq|

Mebangun Kembali Nilai Kearifan Lokal Indonesia melalui Peran Komunikasi

Pada umumnya, setiap negara mempunyai nilai kearifan lokal masing-masing. Dimana kearifan lokal ini menjadi cermin bagi suatu bangsa untuk bertindak. Nilai kearifan lokal yang diterapkan dalam kehidupan berbangsa, akan menjadikan bangsa tersebut istimewa. Adapun yang menjadi parameter sejauh mana bangsa itu dikenal dengan kearifan lokalnya dapat dilihat dari kemajuan bangsa itu sendiri.
Pada saat ini keberadaan negara maju yang tetap berpegang teguh pada nilai kearifan lokal masih dapat kita hitung dengan jari, sebutlah negara Jepang. Meskipun negara ini sering dihadapkan dengan berbagai masalah baik berupa bencana alam maupun pertikaian politik, tetapi dengan nilai kearifan lokal yang dimilikinya, Jepang mampu menyelesaikan berbagai masalah yang dihadapinya. Bentuk kearifan lokal yang dimiliki jepang adalah disiplin dan tertib. Dengannya Jepang mampu tampil sebagai negara yang maju.
Negara kita juga memiliki nilai-nilai kearifan lokal yang apabila kita aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari berpotensi membuat bangsa Indonesia menjadi bangsa yang maju. Nilai kearifan lokal yang menjadi warisan leluhur bangsa Indonesia adalah Gotong Royong. Dengan gotong royong akan membuat masyarakat semakin peka terhadap berbagai permasalahan bersama, munculnya rasa tanggung jawab bersama, dan timbulnya rasa empati baik antara masyarakat dengan pemerintah maupun antar-masyarakat itu sendiri.
Budaya gotong royong ini telah menunjukkan eksistensinya sebagai pemersatu bangsa. Hal ini dapat kita lihat pada sejarah bangsa Indonesia, yaitu ketika para terdahulu kita bahu-membahu melawan diktatornya penjajah demi terproklamasikannya kemerdekaan. Pada saat itu gotong royong dilakukan sacara serempak oleh seluruh elemen masyarakat seperti kalangan akademisi, militer, jurnalis dan masyarakat biasa. Tanpa gotong royong, tentunya Kemerdekaan ini tak akan pernah bisa diraih.
Pada masa reformasi ini, perkembangan teknologi informasi di Indonesia berkembang pesat. Kendati hal ini telah membawa manfaat yang besar dalam mempermudah penyelesaian pekerjaan manusia, tetapi juga mengundang dampak negatif yaitu timbulnya degradasi moral yang meluas secara cepat. Hal ini terjadi karena adanya penggunaan fasilitas-fasilitas teknologi informasi yang terlalu bebas dan tidak bertanggung jawab. Mengingat kerusakan moral ini akan berdampak pada lunturnya prinsip budaya gotong royong, maka perlu adanya kesadaran bersama untuk memperbaiki hal itu. Dalam penyelesaian masalah ini semua komponen masyarakat dan pemerintah dituntut mempunyai peran. Terutama sekelompok orang yang terjun dalam dunia teknologi informasi dan komunikasi, seperti PT. Pos Indonesia, Stasiun TV, Radio, Koran, dll.
PT. Pos Indonesia sebagai salah satu pelaku yang bergerak dalam bidang jasa penyalur informasi dan komunikasi antar-masyarakat memiliki peranan penting dalam menjaga warisan kearifan lokal gotong royong. Sejak PT. Pos Indonesia didirikan pada tanggal 26 Agustus 1746 di Batavia (sekarang Jakarta), sejarah telah mencatat bahwa PT. Pos Indonesia telah turut serta membantu mempersatukan nusantara dan membangun entitas bangsa Indonesia. Hal ini dapat kita lihat bahwa pada zaman perjuangan dulu, keberadaan pos mempunyai posisi yang strategis sebagai penyalur informasi ke seluruh pelosok nusantara, mengingat dulu belum ada sarana komunikasi lain yang lebih canggih seperti yang dapat kita lihat saat ini. Bahkan eksistensinya juga terlihat sampai saat ini dimana PT. Pos Indonesia menjadi agen penyalur berbagai kiriman ke seluruh nusantara bahkan mancanegara.
Pada Tanggal 9 Oktober 2011 yang lalu merupakan peringatan Hari Pos Dunia (tahun 1874 di ibukota Swiss, Bern). Lebih dari 150 negara ikut serta merayakannya. Bentuk kegiatan yang dilakukan tiap negara berbeda-beda, namun secara prinsip memiliki tujuan yang sama yaitu untuk meningkatkan kesadaran akan peran sektor layanan pos dalam kehidupan manusia. Sementara itu, keberadaan PT. Pos Indonesia yang telah menginjak usia lebih dari 2,5 abad ini, sekarang sedang melakukan berbagai upaya untuk memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat Indonesia. Dengan Motto barunya “Tepat Waktu Setiap Waktu” pada tahun 2011, pos Indonesia sudah siap untuk menjadi fasilitator masyarakat dalam layanan surat pos, paket dan logistik, serta jasa keuangan yang terpercaya.
Untuk mengoptimalkan kinerja PT. Pos Indonesia sebagai salah satu komponen penjaga prinsip gotong royong, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan diantaranya:
1. Optimalisasi elemen perusahaan
Sebagai komponen penjaga nilai kearifan lokal, PT. Pos Indonesia harus mampu menerapkan prinsip gotong royong kedalam setiap elemen perusahaannya. Adapun bentuknya dapat berupa:
a. Mempererat hubungan sosial antara karyawan dengan pimpinan maupun antar-karyawan agar terbentuk lingkungan kerja yang kondusif.
b. Diadakannya pelatihan secara bertahap dan berkala bagi para karyawan. Pelatihan dapat berupa pelatihan teknis seperti cara menyortir surat/ pesanan yang baik ataupun pelatihan softskill yang berisi pelatihan cara melayani masyarakat dengan ramah, serta memberikan pemahaman kepada karyawan mengenai pentingnya posisi dan peran Pos Indonesia dalam membangun negeri ini.
c. Perusahaan harus menjamin tercukupinya kebutuhan dan kesehatan para karyawan secara proporsional. Di samping tugas karyawan di lapangan cukup berat, hal ini akan membuat karyawan lebih bersemangat dalam menjalankan amanahnya.
2. Hubungan kerja sama dengan pemerintah
Peran pemerintah juga sama, yaitu sebagai pemeran dalam penggerak terlaksananya gotong royong di masyarakat. Maka dari itu hubungan kerja sama antara PT. Pos Indonesia dengan pemerintah harus berjalan dengan baik. Sebagai parameter hubungan baik ini dapat diwujudkan dengan adanya dukungan moril dari pemerintah mengenai pentingnya peran pos sebagi pelayan masyarakat. Juga dukungan finansial berupa kompensasi Public Service Obligation (PSO) yang wajar jumlahnya disesuaikan dengan biaya opersional yang PT. Pos Indonesia perlukan.
3. Hubungan kerja sama dengan pihak luar
Sebanyak 3700 kantor pos online disediakan PT. Pos yang lokasinya menjangkau daerah-daerah terpencil di Indonesia. Jaringan luas ini menjadi potensi besar. Potensi ini tidak hanya dapat dimanfaatkan secara sepihak untuk kepentingan PT. Pos Indonesia saja, akan tetapi potensi ini dapat dikembangkan bersama untuk membentuk bangsa Indonesia yang kaya akan informasi berlandaskan kearifan lokal bangsa. Dengan memanfaatkan teknologi informasi, pihak Pos dapat bekerja sama dengan pihak-pihak lain seperti komunitas ahli informatika, bank, dan lembaga-lembaga lainnya.
4. Hubungan dengan masyarakat
Untuk menjalin hubungan yang harmonis dengan masyarakat, PT. Pos Indonesia dapat memberikan pelayanan yang ramah. Hal ini ditujukan agar masyarakat semakin dekat dengan layanan jasa pos. Selain itu Pos juga harus memberikan informasi yang luas dan terbuka mengenai program penyediaan produk-produk baru, karena sejauh ini masih banyak masyarakat yang belum mengetahui berbagai layanan yang PT. Pos Indonesia sediakan.

Hemat penulis bahwa nilai kearifan lokal yang Indonesia miliki harus diterapkan kembali dalam kehidupan sehari-hari. PT. Pos Indonesia sebagai fasilitator yang berpotensi mampu menjaga nilai kearifan lokal harus didukung oleh masyarakat dan pemerintah karena menjunjung tinggi kearifan lokal bangsa merupakan tanggung jawab bersama.

Pacaran Islami?? (What Is It??)

sebenarnya saya tidak terlalu minat, menuliskan hal ini di blog. Namun, saya tergeletik dengan tulisan sahabat saya yang bercerita bahwa masih banyak orang yang menganggap bahwa pacaran islami itu ada.Ditambah melihat teman2 ana yang awam masih saja melakukannya. Maka tertulislah tulisan ini. Moga bisa sedikit menjelaskan bahwa memang pacaran islami itu ada ! tentu setelah perjanjian yang kuat itu diucapkan.

***

sebagai pembuka, izinkan saya mengutip beberapa paragraf dari buku “serial cinta” karangan ustadz anis mata.

Lupakan ! lupakan semua cinta jiwa yang tidak akan sampai ke pelaminan, tidak ada cinta jiwa tanpa sentuhan fisik. Semua cinta dari jenis ini yang tidak berujung dengan penyatuan fisik hanya akan mewariskan penderitaan bagi jiwa. (paragraf 1)

bagitulah cinta tersurat di langit kebenaran. bahwa karena cinta jiwa harus berujung pada sentuhan fisik, maka ia berdiri dalam tarikan dua pesona itu : jiwa dan raga. Kebajikan jiwa merupakan udara yang memberi kita nafas. Tapi pesona fisik adalah sumbu yang senantiasa menyalakan hasrat asmara. (paragraf 2)

2 paragraf dari ustad anis mata, saya rasa sudah cukup menjelaskan, kalimat yang saya katakan sebagai pembuka di awal. Pacaran islami, hanya ada setelah akad yang kuat itu diucapkan. Karena sungguh, sebelum akad itu terucap maka sentuhan fisik adalah haram hukumnya.

janganlah tertipu dengan kalimat kalimat ” pacarku islami lho, ia sama sekali tidak mau pegang tangan aku”. ” kerjaannya ingetin aku buat ngaji, dan qiyamul lail terus”. ” kalau dia ngasih hadiah, pasti buku-buku tentang islam”. dan seribu “model” pacaran islami lainnya.

hufff.. astagfirullah.. betapa kalimat-kalimat itu bathil dari awal. Cinta jiwa tanpa sentuhan fisik hanya akan membawa kesengsaraan bagi jiwa. Karena Kebajikan jiwa merupakan udara yang memberi kita nafas. Tapi pesona fisik adalah sumbu yang senantiasa menyalakan hasrat asmara. Dan ini adalah fitrah. Sunnatullah yang berlaku sepanjang masa dan zaman. Kebenaran ilmiahnya sejajar dengan kepastian buah yang jatuh dari pohonnya pasti akan jatuh ke bawah.

Dan sungguh, pesona fisik itu hanya akan halal dinikmati, setelah akad yang kuat diucapkan! tidak ada cara lain. Maha suci Allah yang melarang perbuatan zina dengan kata-kata “janganlah kamu mendekati zina”. Ya pilihan katanya adalah mendekati, bukan melakukan. Karena tidak mungkin seseorang akan benar-benar berzina dalam arti harfiahnya, bila tidak ada pendekatan terhadap aktivitas terlaknak itu terlebih dahulu.

Dan benarlah rasulullah, ketika bersabda ““Nasib anak Adam mengenai zina telah ditetapkan. Tidak mustahil dia pernah melakukannya. Dua mata, zinanya memandang. Dua telinga, zinanya mendengar. Lidah, zinanya berkata. Tangan, zinanya memukul. Kaki, zinanya melangkah. Hati, zinanya ingin dan rindu, sedangkan faraj (kemaluan) hanya mengikuti atau tidak mengikuti.” [Sahih Muslim, hadis ke 2282]. Jika hati yang ingin dan rindu terhadap pesona fisik dan jiwa lawan jenis yang belum halal termasuk zina. Maka apalah lagi yang bisa dijadikan justifikasi untuk membenarkan “pacaran islami” sebelum akad !?

Semoga Allah, selalu menjaga tiap anggota tubuh kita dari zina. Dan semoga Allah menjadikannya indah tepat pada waktunya.

Referens,,,

Nilai Kehidupan ^^

Inilah dia nilai kehidupan,,!!
Nilai kehidupan seseorang bergantung pada presepsi nilai waktu dalam pikirannya. tidak kurang tidak lebih. Jika waktu yang Allah berikan ia presepsikan untuk diisi hanya untuk dirinya, keluarga atau kelompoknya maka itulah nilai kehidupannya : Kehidupannya sendiri.

Sebaliknya jika nilai waktu hidupnya ia presepsikan bukan hanya untuk kehidupannya, keluarga, atau kelompok, maka nilai kehidupannya bergantung seberapa luas ia mempresepsikan waktu hidupnya.

Maka Rasulullah mendunia, karena beliau mempresepsikan waktu hidupnya untuk berdakwah kepada seluruh manusia, menembus ruang dan waktu.

Maka Thomas Alfa Edison mendunia, karena beliau mempresepsikan waktu hidupnya untuk bermanfaat. “Menerangi” sebanyak mungkin orang di dunia

Maka Habibie, mengIndonesia, dikenal sebagai bapak teknologi Indonesia, karena beliau mempresepsikan hidupnya berbakti untuk Indonesia.

mari belajar, untuk bermanfaat bagi sebanyak-banyan orang

|orang yang terbaik diantara kamu, adalah orang yang paling banyak manfaatnya

Sumber : taufiqsuryo.wordpress.com