Pintu itu tinggal #1 lagi

Bismillahirrohmaanirrohiim

Pintu itu tinggal 1 lagi

             Pintu yang terbuka tinggal satu, dan itupun sudah redup-redup menuju menutup karena usia renta terus menghampirinya! Suatu ketika saya mendengar, bahwa jalan pintu menuju syurga bagi seorang laki-laki adalah kedua orang tuanya. Maka baru saya Sedari sejak itu, bahwa peluang pintu jalan menuju Syurga Allah hanya tinggal satu!

            Pada Zaman 1400tahun silam, ada seorang sahabat yang ditinggal oleh salah satu dari kedua orang tuanya. Ia menangis tersedu-sedu, mengapa?. Ketika ditanya alasan mengapa ia menangis, ia menjawab bahwa ia menangis bukan menangisi atas kepergian orang tuanya, melainkan menangisi karena pintu Syurga telah Allah cabut dari hadapannya. . Kesempatan meraih Syurga sebenarnya dekat. namun untuk meraihnya susah sekali….>.<

         Saya memang orang yang tak mudah bisa menyatakan langsung kecintaanya kepada orang-orang yang saya cintai. Ketika Cinta datang merundung. Saya hanya menunjukkan rasa cinta ini dgn tingkah laku saya yg lebih baik, atau sekedar mendo’akan kebaikan untuk orang-orang yang dicintai!

Ya memang begitu!

          Jangan mengharapkan ungkapan cinta dari saya! Karena Cinta saya hanya datang sementara….. Selintas datang, selebihnya mudah sekali untuk pergi!. Saya hnya berharap Semoga Cinta dan Rahmat Allah senantiasa menaungi saya beserta orang-orang yg saya cintai!

Wahai kaum jejaka, ayuuh sedari! bahwa kesempatan menuai pahala dari orang tua kita itu terbatas banget! Semoga Allah memudahkan niat baik kita untuk berbakti kepada Pintu-pintu syurga Allah..

Beda dengan kaum hawa, Pintu mereka banyak. Ada kedua orang tuanya, kalau udah nikah ada suaminya yang menjadi pintu kemaslahatan baginya..

      Tapi tetap yang lebih beruntung adalah Mereka (baik kaum Adam maupun Hawa) yang menyadari akan peluang ini, dan menyegerakannya!!

            Bismillah, Ya Allah mudahkanlah. . Kapan lagi? mumpung masih jejaka. . Fokus perhatian beban belum begitu banyak Lim,,,

Cinta Oh Cinta #Part 3

CINTA HAKIKI

Adalah berhak merasa sedih
jika kenyataan ternyata tak sesuai harapan
Adakalanya hidup memang tak adil

Adalah wajar jika merasa ringkih
Saat badai kehidupan menghebat meratakan cita dan angan
Kadang harapan memang sebatas mimpi

Tentu bukan kesalahan jika merasa letih
Sebab kadang kenyataan tak menyapa keinginan
Memang hidup tak selalu pasti

Adalah manusiawi untuk merasa jengah dan interupsi
Sebab seringkali kita menganggap ketidaksesuaian sebagai kesalahan
Memang hidup adalah permainan yang mungkin dan boleh-jadi

Adalah bisa merintih perih dan mengadu nyeri
Sebab langit tak selalu cerah
Kadang ia berwarna gelap dan bercorak ngeri

Demikianlah episode kehidupan
Kadang Cinta Tuhan tak datang dalam rupa yang indah
Dan bentuk yang sesuai harap

Begitulah kadang Cinta Tuhan Usah dipertanyakan, mengapa?
Sebab Cinta sejati dan hakiki, apakah perlu dipertanyakan?

Ada saat Kau tampakan Cinta dengan rupa berjuta semerbak bunga
menelisik hati menghibur duka, menentramkan dan membuat bahagia
Ia Cinta, hanya dalam rupa yang biasa

Kadang Cinta Tuhan bagai sembilu, mengiris hati pahit laksana empedu
Namun sungguh Kau sedang ajari aku sesuatu
Ia tetaplah Cinta, dalam wajah asing dan baharu

Kita namakan yang pertama Cinta, dan yang kedua sebagai Derita
Bagi Tuhan keduanya sama saja
Supaya kita tak terlalu tak-setia

Oh Allah ya Rabbi, ajarkan aku a-ba-ta-tsa Cinbta
Sebab Cinta adalah lentera, dalam gelap dan resah jiwa
Dengannya Kau tunjukan rahasia dan makna-makna

Ya Rahman, ajarkan aku mengeja Cinta

Sebab dengannya, kemanapun kuhadapkan wajah,
yang ada indah wajahMu saja

Bapak |M. Ishaq|

JOMBLO Yess. . !!

 

Jomblo itu Keren Cuy

Katanya Jomblo itu sengsara
katanya pula Jomblo itu kuper (kukunya perawan), hehe
katanya juga Jomblo itu gak Muda bangetz

Intinya jomblo menurut ‘mereka’ adalah sebuah kesengsaraan, sebuah tekanan dan siksaan!
tapi lain bagiku!! JOMBLO itu Keren Abis!
laah, gak normal ya?
justru itu! saya ingin mengajak pembaca sekalian untuk berfikir..
siapa yang pantas dibilang ‘tidak normal’ disini

// Jomblo itu sengsara____? namun,
Bagiku Jomblo membuat BAHAGIA
analisisnya:

1. Tidak ada tekanan dari luar supaya tertuntut melakukan ini, itu
2. Aku bebas menjadi diri sendiri, melakukan apapun tanpa harus agul di depan ‘wanita’
3. Aku bisa terbebas dari jeratan-jeratan nafsu, sang pengekang

// Jomblo itu Kuper (Kurang Pergaulan)
Siapa yang Kuper disini, orang kuper itu adalah orang yang tak punya prinsip hidup, kecerdasannya tak digunakan untuk memfiltrasi asupan pada pikirannya, ia bisanya mengikuti mode, dan terpengaruh dengan cepat oleh lingkungannya (tepatnya lingkungan ‘buruknya’), karena kalau dilihat-lihat ketika lingkungan membawanya pada perkara yang baik mereka (anak muda) mayoritas adem-ayem aja, tak terpengaruh tuh!! naah, justru orang jomblo yang Gaul abis, ia banyak belajar dari manapun, Ia bisa banyak sharing dangan sana-sini untuk memantapka jati-dirinya, alhasil ia berfikir, berfikir dan berfikir untuk menghindari hal yang membawa keburukan baginya.

Analisisnya:

            1. Menjadi Jomblo bukannya tak mau ikut trend, tapi ia tak mau terbawa arus negatif dri trend itu sendiri dan ia mampu      memfiltrasi trendnya
2. Menjadi Jomblo bukannya tak mau kenal wanita lebih dalam, justru dengan jomblo kita telah melindungi wanita, dan ini adalah sebuah langkah untuk mengenalinya :p
3. Seorang Jomblo …..

// Jomblo itu gak muda bangetz..
hoho, ,
justru yang jomblo yang selalu muda!
karena dengan jomblo kepemudaannya tetap perawan! hehe
lain halnya dengan yang udah gak jomblo lagi, semuanya tinggal ampas! betul tak?

dan yang paling penting lagi!
Bagiku dengan berprinsip sebagai Jomblo-ers Sejati!
adalah salah satu bentuk penjagaan Allah bagiku. Wujud Kasih Sayang Allah untuk seorang Pemuda.
Percayalah apabila mampu memaknainya, status Jomblo adalah sebuah anugrah yang terindah bagi seorang muda yang belum mampu untuk ‘menikah’.

Mohon maaf apabila tulisan ini berhasil menyinggung para pembaca!

Tak ada maksud untuk meng-agulkan diri sebagai seorang JOMBLO, namun
Tulisan ini sebenarnya saya tujukan bagi temen-temen saya yang merasa sengsara akan ke-JOMBLOannya
kalau gak mau jomblo, ayyooo segera ta’aruf!! kenali ia dengan cara yang halal,
()ngompori diri sendiri, hehe. .()

 

*Errornya  Salim menjelang 

UAS (Ujian Akhir Semester)

Information System and Technology

ITB

Muta’addib #1

Bismillah!!!

Semester 2 merupakan gerbang awalnya saya ikut bergabung dalam sebuah komunitas Mu’addib!
ini do’a sejak SMA, Allohu Akbar!
kala itu saya menginginkan agar saya disimpan di lingkungan yg baik,
yaitu di sekeliling orang-orang yang shalih,
orang-orang yang senantiasa mengingatkanku ketika jiwa lengah dari hisab,
orang-orang yang tak bosannya menjadi jalan datangnya inspirasi..

sebuah kebahagiaan tersendiri tak kala saya bisa berinteraksi dengan para penghuni komunitas!
mungkin saya belum bisa begitu dekat dengan rekan-rekan yang lain, karena memang temperatur kita belum sama!
hanya saja saya merasa bengga dengan kesungguhan mereka!, jarang sekali orang tertarik untuk berfikir!
Ya Berfikir, disini adalah majelis bagi orang-orang yang ingin berfikir!
dan bagiku berfikir untuk Kebenaran hakiki adalah salah satu bentuk rehatku dari kepenatan sehari-hari di kampus

setiap kali yang kulakukan di grup komunitas adalah mengamati, memahami dan menyerap ilmu-ilmu yang luar biasa!
Ilmu yang tidak biasa saya dapatkan dari manapun,,
keberadaan ‘beliau’ sebagai muaddib kami sangat menyejukkan suasana, setidaknya bagiku!
ada hal yang membuat saya terdecak kagum dengan akhlak/ kepribadian/ pemikirannya..
dan semua berjalan dengan alami,
dan tanpa harus ada yang dipaksakan!

Sungguh, Saya mencintainya Karena Allah!
Semoga Allah menjaga beliau, dan memberikan usia yang panjang untuknya!
Inspirasi manfaat ini harus meng-influance semua orang, terutama para calon pendidik generasi mendatang

Cinta Oh Cinta #Part 2

Bismillah. .^^
Mengutip posting dari sahabat saya memaknai kata CINTA, begini:

Kalau kita suka pada seseorang karena dia MAHIR melakukan sesuatu,

    itu bukan cinta namanya tetapi KAGUM.

Kalau kita suka pada seseorang karena dia CANTIK atau TAMPAN,

    itu bukan cinta namanya tetapi NAFSU.

Kalau kita suka pada seseorang karena KAYA,

    itu bukan cinta namanya tetapi MATRE.

Kalau kita suka pada seseorang karena dia PERNAH bantu kita,

    itu bukan cinta namanya tetapi TERIMA KASIH.

Kalau kita suka MENERIMA bukanlah cinta namanya tetapi cinta haruslah MEMBERI

*
**
***

Akan tetapi, Kalau kita suka pada seseorang karena TIDAK tau mengapa,

    itu baru namanya CINTA.

***
**
*

Kalau kita suka pada seseorang karena ALLAH,

    itu baru cinta SESUNGGUHNYA.

Cinta Karena Allah


Ya, begitulah tentang memaknai sebuah Cinta.

Nah yang menjadi permasalahan, apakah kita telah mengamalkan cinta yang sesungguhnya ini?..
kalau belum, harus bagaimana?

Ada yang mau berbagi cerita kawan?. . silakan
Sungguh berbahaginya bagi orang –orang yang diliputi rasa cinta Karena Alloh (mengapa demikian?!!), karena dengan ia berlandaskan Cinta karena Alloh, segala bentuk pengorbanan Cinta yang Ia lakukan baik untuk urusan dunianya ataupun untuk urusan yang langsung kontak dengan Sang Rahman tidak akan pernah sedikitpun sia-sia.

#Menjadi catatan kisah tersendiri bagi saya pribadi, karena saya mengalami rasa Cinta yang satu ini. Cinta yang dibangun dalam ukhuwah keimanan. Ingin rasanya menyampaikan sebuah kalimat:
(“Ana uhibbikum Fillah”) secara langsung kepada mereka,

seperti yang dicontohkan para sahabat Rasul terdahulu. Tapi apalah daya, rasa malu senantiasa meliputiku. Tapi tak masalah yang terpenting dari cinta adalah action kita bukan?, buktikan bahwa kita mencintai saudara-saudara dan teman-teman kita karena ikatan Aqidah.
Teruntukmu saudara-saudaraku tecinta semoga Alloh senantiasa merahmatimu!!

Amiin…

:)

#Berharap Cinta ini abadi sampai kita semua dijumpakan di Syurga itu.

Perkara yang disukai Pria dari Wanita

Cinta adalah fitrah manusia. Cinta juga salah satu bentuk kesempurnaan penciptaan yang Allah berikan kepada manusia. Allah menghiasi hati manusia dengan perasaan cinta pada banyak hal. Salah satunya cinta seorang lelaki kepada seorang wanita, demikian juga sebaliknya.

Rasa cinta bisa menjadi anugerah jika luapkan sesuai dengan bingkai nilai-nilai ilahiyah. Namun, perasaan cinta dapat membawa manusia ke jurang kenistaan bila diumbar demi kesenangan semata dan dikendalikan nafsu liar.

Islam sebagai syariat yang sempurna, memberi koridor bagi penyaluran fitrah ini. Apalagi cinta yang kuat adalah salah satu energi yang bisa melanggengkan hubungan seorang pria dan wanita dalam mengarungi kehidupan rumah tangga. Karena itu, seorang pria shalih tidak asal dapat dalam memilih wanita untuk dijadikan pendamping hidupnya.

Ada banyak faktor yang bisa menjadi sebab munculnya rasa cinta seorang pria kepada wanita untuk diperistri. Setidak-tidaknya seperti di bawah ini.

1. Karena akidahnya yang Shahih

Keluarga adalah salah satu benteng akidah. Sebagai benteng akidah, keluarga harus benar-benar kokoh dan tidak bisa ditembus. Jika rapuh, maka rusaklah segala-galanya dan seluruh anggota keluarga tidak mungkin selamat dunia-akhirat. Dan faktor penting yang bisa membantu seorang lelaki menjaga kekokohan benteng rumah tangganya adalah istri shalihah yang berakidah shahih serta paham betul akan peran dan fungsinya sebagai madrasah bagi calon pemimpin umat generasi mendatang.

Allah menekankah hal ini dalam firmanNya, Dan janganlah kamu menikahi wanita-wanita musyrik, sebelum mereka beriman. Sesungguhnya wanita budak yang mukmin lebih baik dari wanita musyrik, walaupun dia menarik hatimu. Dan janganlah kamu menikahkan orang-orang musyrik (dengan wanita-wanita mukmin) sebelum mereka beriman. Sesungguhnya budak yang mukmin lebih baik dari orang musyrik, walaupun dia menarik hatimu. Mereka mengajak ke neraka, sedang Allah mengajak ke surga dan ampunan dengan izin-Nya. Dan Allah menerangkan ayat-ayat-Nya (perintah-perintah-Nya) kepada manusia supaya mereka mengambil pelajaran. (Al-Baqarah: 221)

2. Karena paham agama dan mengamalkannya

Ada banyak hal yang membuat seorang lelaki mencintai wanita. Ada yang karena kemolekannya semata. Ada juga karena status sosialnya. Tidak sedikit lelaki menikahi wanita karena wanita itu kaya. Tapi, kata Rasulullah yang beruntung adalah lelaki yang mendapatkan wanita yang faqih dalam urusan agamanya. Itulah wanita dambaan yang lelaki shalih.

Dari Abu Hurairah, Rasulullah saw. bersabda, Wanita dinikahi karena empat perkara: karena hartanya, keturunannya, kecantikannya, dan agamanya. Maka, ambillah wanita yang memiliki agama (wanita shalihah), kamu akan beruntung. (Bukhari dan Muslim)

Rasulullah saw. juga menegaskan, “Dunia adalah perhiasan, dan perhiasan dunia yang paling baik adalah wanita yang shalihah. (Muslim, Ibnu Majah, dan Nasai).

Jadi, hanya lelaki yang tidak berakal yang tidak mencintai wanita shalihah.

3. Dari keturunan yang baik

Rasulullah saw. mewanti-wanti kaum lelaki yang shalih untuk tidak asal menikahi wanita. “Jauhilah rumput hijau sampah! Mereka bertanya, Apakah rumput hijau sampah itu, ya Rasulullah?†Nabi menjawab, “Wanita yang baik tetapi tinggal di tempat yang buruk. (Daruquthni, Askari, dan Ibnu Adi)

Karena itu Rasulullah saw. memberi tuntunan kepada kaum lelaki yang beriman untuk selektif dalam mencari istri. Bukan saja harus mencari wanita yang tinggal di tempat yang baik, tapi juga yang punya paman dan saudara-saudara yang baik kualitasnya. Pilihlah yang terbaik untuk nutfah-nutfah kalian, dan nikahilah orang-orang yang sepadan (wanita-wanita) dan nikahilah (wanita-wanitamu) kepada mereka (laki-laki yang sepadan), kata Rasulullah. (Ibnu Majah, Daruquthni, Hakim, dan Baihaqi).

Carilah tempat-tempat yang cukup baik untuk benih kamu, karena seorang lelaki itu mungkin menyerupai paman-pamannya, begitu perintah Rasulullah saw. lagi. Nikahilah di dalam “kamar†yang shalih, karena perangai orang tua (keturunan) itu menurun kepada anak. (Ibnu Adi)

Karena itu, Utsman bin Abi Al-Ash Ats-Tsaqafi menasihati anak-anaknya agar memilih benih yang baik dan menghindari keturunan yang jelek. “Wahai anakku, orang menikah itu laksana orang menanam. Karena itu hendaklah seseorang melihat dulu tempat penanamannya. Keturunan yang jelek itu jarang sekali melahirkan (anak), maka pilihlah yang baik meskipun agak lama.

4. Masih gadis

Siapapun tahu, gadis yang belum pernah dinikahi masih punya sifat-sifat alami seorang wanita. Penuh rasa malu, manis dalam berbahasa dan bertutur, manja, takut berbuat khianat, dan tidak pernah ada ikatan perasaan dalam hatinya. Cinta dari seorang gadis lebih murni karena tidak pernah dibagi dengan orang lain, kecuali suaminya.

Karena itu, Rasulullah saw. menganjurkan menikah dengan gadis. “Hendaklah kalian menikah dengan gadis, karena mereka lebih manis tutur katanya, lebih mudah mempunyai keturunan, lebih sedikit kamarnya dan lebih mudah menerima yang sedikit, begitu sabda Rasulullah yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah dan Baihaqi.

Tentang hal ini Aisyah pernah menanyakan langsung ke Rasulullah saw. Ya Rasulullah, bagaimana pendapatmu jika engkau turun di sebuah lembah lalu pada lembah itu ada pohon yang belum pernah digembalai, dan ada pula pohon yang sudah pernah digembalai; di manakah engkau akan menggembalakan untamu?†Nabi menjawab, Pada yang belum pernah digembalai. Lalu Aisyah berkata, Itulah aku.

Menikahi gadis perawan akan melahirkan cinta yang kuat dan mengukuhkan pertahanan dan kesucian. Namun, dalam kondisi tertentu menikahi janda kadang lebih baik daripada menikahi seorang gadis. Ini terjadi pada kasus seorang sahabat bernama Jabir.

Rasulullah saw. sepulang dari Perang Dzat al-Riqa bertanya Jabir, “Ya Jabir, apakah engkau sudah menikah? Jabir menjawab, Sudah, ya Rasulullah. Beliau bertanya, “Janda atau perawan? Jabir menjawab, Janda. Beliau bersabda, Kenapa tidak gadis yang engkau dapat saling mesra bersamanya? Jabir menjawab, Ya Rasulullah, sesungguhnya ayahku telah gugur di medan Uhud dan meninggalkan tujuh anak perempuan. Karena itu aku menikahi wanita yang dapat mengurus mereka.†Nabi bersabda, Engkau benar, insya Allah.

5. Sehat jasmani dan penyayang

Sahabat Maqal bin Yasar berkata, Seorang lelaki datang menghadap Nabi saw. seraya berkata, Sesungguhnya aku mendapati seorang wanita yang baik dan cantik, namun ia tidak bisa melahirkan. Apa sebaiknya aku menikahinya? Beliau menjawab, Jangan. Selanjutnya ia pun menghadap Nabi saw. untuk kedua kalinya, dan ternyata Nabi saw. tetap mencegahnya. Kemudian ia pun datang untuk ketiga kalinya, lalu Nabi saw. bersabda, “Nikahilah wanita yang banyak anak, karena sesungguhnya aku akan membanggakan banyaknya jumlah kalian di hadapan umat-umat lain. (Abu Dawud dan Nasai).

Karena itu, Rasulullah menegaskan, Nikahilah wanita-wanita yang subur dan penyayang. Karena sesungguhnya aku bangga dengan banyaknya kalian dari umat lain. (Abu Daud dan An-Nasai)

6. Berakhlak mulia

Abu Hasan Al-Mawardi dalam Kitab Nasihat Al-Muluk mengutip perkataan Umar bin Khattab tentang memilih istri baik merupakan hak anak atas ayahnya, “Hak seorang anak yang pertama-tama adalah mendapatkan seorang ibu yang sesuai dengan pilihannya, memilih wanita yang akan melahirkannya. Yaitu seorang wanita yang mempunyai kecantikan, mulia, beragama, menjaga kesuciannya, pandai mengatur urusan rumah tangga, berakhlak mulia, mempunyai mentalitas yang baik dan sempurna serta mematuhi suaminya dalam segala keadaan.

7. Lemah-lembut

Imam Ahmad meriwayatkan hadits dari Aisyah r.a. bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Wahai Aisyah, bersikap lemah lembutlah, karena sesungguhnya Allah itu jika menghendaki kebaikan kepada sebuah keluarga, maka Allah menunjukkan mereka kepada sifat lembah lembut ini. Dalam riwayat lain disebutkan, “Jika Allah menghendaki suatu kebaikan pada sebuah keluarga, maka Allah memasukkan sifat lemah lembut ke dalam diri mereka.

8. Menyejukkan pandangan

Rasulullah saw. bersabda, Tidakkah mau aku kabarkan kepada kalian tentang sesuatu yang paling baik dari seorang wanita? (Yaitu) wanita shalihah adalah wanita yang jika dilihat oleh suaminya menyenangkan, jika diperintah ia mentaatinya, dan jika suaminya meninggalkannya ia menjaga diri dan harta suaminya. (Abu daud dan An-Nasai)

Sesungguhnya sebaik-baik wanitamu adalah yang beranak, besar cintanya, pemegang rahasia, berjiwa tegar terhadap keluarganya, patuh terhadap suaminya, pesolek bagi suaminya, menjaga diri terhadap lelaki lain, taat kepada ucapan dan perintah suaminya dan bila berdua dengan suami dia pasrahkan dirinya kepada kehendak suaminya serta tidak berlaku seolah seperti lelaki terhadap suaminya, begitu kata Rasulullah saw. lagi.

Maka tak heran jika Asma binti Kharijah mewasiatkan beberapa hal kepada putrinya yang hendak menikah. Engkau akan keluar dari kehidupan yang di dalamnya tidak terdapat keturunan. Engkau akan pergi ke tempat tidur, di mana kami tidak mengenalinya dan teman yang belum tentu menyayangimu. Jadilah kamu seperti bumi bagi suamimu, maka ia laksana langit. Jadilah kamu seperti tanah yang datar baginya, maka ia akan menjadi penyangga bagimu. Jadilah kamu di hadapannya seperti budah perempuan, maka ia akan menjadi seorang hamba bagimu. Janganlah kamu menutupi diri darinya, akibatnya ia bisa melemparmu. Jangan pula kamu menjauhinya yang bisa mengakibatkan ia melupakanmu. Jika ia mendekat kepadamu, maka kamu harus lebih mengakrabinya. Jika ia menjauh, maka hendaklah kamu menjauh darinya. Janganlah kami menilainya kecuali dalam hal-hal yang baik saja. Dan janganlah kamu mendengarkannya kecuali kamu menyimak dengan baik dan jangan kamu melihatnya kecuali dengan pandangan yang menyejukan.

9. Realistis dalam menuntut hak dan melaksanakan kewajiban

Salah satu sifat terpuji seorang wanita yang patut dicintai seorang lelaki shalih adalah qanaah. Bukan saja qanaah atas segala ketentuan yang Allah tetapkan dalam Al-Quran, tetapi juga qanaah dalam menerima pemberian suami. Sebaik-baik istri adalah apabila diberi, dia bersyukur; dan bila tak diberi, dia bersabar. Engkau senang bisa memandangnya dan dia taat bila engkau menyuruhnya. Karena itu tak heran jika acapkali melepas suaminya di depan pintu untuk pergi mencari rezeki, mereka berkata, “Jangan engkau mencari nafkah dari barang yang haram, karena kami masih sanggup menahan lapar, tapi kami tidak sanggup menahan panasnya api jahanam.

Kata Rasulullah, Istri yang paling berkah adalah yang paling sedikit biayanya. (Ahmad, Al-Hakim, dan Baihaqi dari Aisyah r.a.)

Tapi, Para wanita mempunyai hak sebagaimana mereka mempunyai kewajiban menurut kepantasan dan kewajaran, begitu firman Allah swt. di surah Al-Baqarah ayat 228. Pelayanan yang diberikan seorang istri sebanding dengan jaminan dan nafkah yang diberikan suaminya. Ini perintah Allah kepada para suami, “Berilah tempat tinggal bagi perempuan-perempuan seperti yang kau tempati. Jangan kamu sakiti mereka dengan maksud menekan. (At-Thalaq: 6)

10. Menolong suami dan mendorong keluarga untuk bertakwa

Istri yang shalihah adalah harta simpanan yang sesungguhnya yang bisa kita jadikan tabungan di dunia dan akhirat. Iman Tirmidzi meriwayatkan bahwa sahabat Tsauban mengatakan, Ketika turun ayat walladzina yaknizuna¦ (orang yang menyimpan emas dan perak serta tidak menafkahkannya di jalan Allah), kami sedang bersama Rasulullah saw. dalam suatu perjalanan. Lalu, sebagian dari sahabat berkata, Ayat ini turun mengenai emas dan perak. Andaikan kami tahu ada harta yang lebih baik, tentu akan kami ambilâ€. Rasulullah saw. kemudian bersabda, Yang lebih utama lagi adalah lidah yang berdzikir, hati yang bersyukur, dan istri shalihah yang akan membantu seorang mukmin untuk memelihara keimanannya.â€

11. Mengerti kelebihan dan kekurangan suaminya

Nailah binti Al-Fafishah Al-Kalbiyah adalah seorang gadis muda yang dinikahkan keluarganya dengan Utsman bin Affan yang berusia sekitar 80 tahun. Ketika itu Utsman bertanya, Apakah kamu senang dengan ketuaanku ini?†Saya adalah wanita yang menyukai lelaki dengan ketuaannya, jawab Nailah. Tapi ketuaanku ini terlalu renta. Nailah menjawab, Engkau telah habiskan masa mudamu bersama Rasulullah saw. dan itu lebih aku sukai dari segala-galanya.

12. Pandai bersyukur kepada suami

Rasulullah saw. bersabda, “Allah tidak akan melihat kepada seorang istri yang tidak bersyukur (berterima kasih) kepada suaminya, sedang ia sangat membutuhkannya.†(An-Nasa’i).

13. Cerdas dan bijak dalam menyampaikan pendapat

Siapa yang tidak suka dengan wanita bijak seperti Ummu Salamah? Setelah Perjanjian Hudhaibiyah ditandatangani, Rasulullah saw. memerintahkan para sahabat untuk bertahallul, menyembelih kambing, dan bercukur, lalu menyiapkan onta untuk kembali pulang ke Madinah. Tetapi, para sabahat tidak merespon perintah itu karena kecewa dengan isi perjanjian yang sepertinya merugikan pihak kaum muslimin.

Rasulullah saw. menemui Ummu Salamah dan berkata, Orang Islam telah rusak, wahai Ummu Salamah. Aku memerintahkan mereka, tetapi mereka tidak mau mengikuti.

Dengan kecerdasan dalam menganalisis kejadian, Ummu Salamah mengungkapkan pendapatnya dengan fasih dan bijak, “Ya Rasulullah, di hadapan mereka Rasul merupakan contoh dan teladan yang baik. Keluarlah Rasul, temui mereka, sembelihlah kambing, dan bercukurlah. Aku tidak ragu bahwa mereka akan mengikuti Rasul dan meniru apa yang Rasul kerjakan.

Subhanallah, Ummu Salamah benar. Rasulullah keluar, bercukur, menyembelih kambing, dan melepas baju ihram. Para sahabat meniru apa yang Rasulullah kerjakan. Inilah berkah dari wanita cerdas lagi bijak dalam menyampaikan pendapat. Wanita seperti inilah yang patut mendapat cinta dari seorang lelaki yang shalih.

Sumber dari Kang Yusuf

Cinta oh Cinta #Part 1


Bismillahirrohmaanirrohiim!!!

Sedikit mengulas mengenai makna dari sebuah kata yang sangat uniq yaitu “CINTA”, ,!!!!
Semua insan manusia yang hidup, pasti akan mengalami yang namanya MENCINTAI dan DICINTAI, karena hal ini sudah menjadi Fitrahnya Manusia yang Alloh karuniakan untuknya.
Sebagai sebuah karunia, sudah selayaknya saya, juga kamu menjaga Fitrah Cinta ini.

    Dengan Cinta orang bisa merasakan kebahagiaan yang luar biasa,
    Dengan Cinta orang dengan mudahnya mau berkorban,
    Dengan Cinta orang dengan mudahnya orang untuk berbagi,
    Dengan Cinta pula orang tak lelahnya memperjuangkan nilai-nilai kebaikan.

    Akan tetapi perlu diperhatikan juga relita yang terjadi pada saat ini,
    Dengan Cinta orang menjadi menderita,
    Dengan Cintanya orang terjerembab pada lubang kenistaan,
    Dengan Cinta orang diperbudak oleh rasa cintanya.
  • Nah cukup kontraversial bukan, dengan sebuah kata Cinta ini,,
    Kalau dalam bahasa Informatikanya Cinta dapat diibaratkan sebagai Sorce Kode bawaan yang dapat diakses oleh programmer, Sang programmer bisa sedikit berbahagia jikalau ia mengetahui keberadaannya dan tau fungsinya, tapi dia akan bingung jikalau ia tak tahu fungsinya, sehingga penggunaannya salah.
  • So, bila kita menginginkan Cinta mengundang berbagai kebaikan maka sudah selayaknya kita pinta dan gantungkan Cinta kita kepada sumber Kebaikan. Betul, betul, betul?!!
    Mencintai orang tua, saudara, sahabat, pemimpin, juga harta benda, tak ada yang salahnya sedikitpun asalkan semunya itu dilingkupi dalam “Frame” cinta karena-Nya agar cinta-cinta dunia ini tidak menipu kita.
  • #Seorang yang memiliki rasa CINTA