Pintu itu tinggal #1 lagi

Bismillahirrohmaanirrohiim

Pintu itu tinggal 1 lagi

             Pintu yang terbuka tinggal satu, dan itupun sudah redup-redup menuju menutup karena usia renta terus menghampirinya! Suatu ketika saya mendengar, bahwa jalan pintu menuju syurga bagi seorang laki-laki adalah kedua orang tuanya. Maka baru saya Sedari sejak itu, bahwa peluang pintu jalan menuju Syurga Allah hanya tinggal satu!

            Pada Zaman 1400tahun silam, ada seorang sahabat yang ditinggal oleh salah satu dari kedua orang tuanya. Ia menangis tersedu-sedu, mengapa?. Ketika ditanya alasan mengapa ia menangis, ia menjawab bahwa ia menangis bukan menangisi atas kepergian orang tuanya, melainkan menangisi karena pintu Syurga telah Allah cabut dari hadapannya. . Kesempatan meraih Syurga sebenarnya dekat. namun untuk meraihnya susah sekali….>.<

         Saya memang orang yang tak mudah bisa menyatakan langsung kecintaanya kepada orang-orang yang saya cintai. Ketika Cinta datang merundung. Saya hanya menunjukkan rasa cinta ini dgn tingkah laku saya yg lebih baik, atau sekedar mendo’akan kebaikan untuk orang-orang yang dicintai!

Ya memang begitu!

          Jangan mengharapkan ungkapan cinta dari saya! Karena Cinta saya hanya datang sementara….. Selintas datang, selebihnya mudah sekali untuk pergi!. Saya hnya berharap Semoga Cinta dan Rahmat Allah senantiasa menaungi saya beserta orang-orang yg saya cintai!

Wahai kaum jejaka, ayuuh sedari! bahwa kesempatan menuai pahala dari orang tua kita itu terbatas banget! Semoga Allah memudahkan niat baik kita untuk berbakti kepada Pintu-pintu syurga Allah..

Beda dengan kaum hawa, Pintu mereka banyak. Ada kedua orang tuanya, kalau udah nikah ada suaminya yang menjadi pintu kemaslahatan baginya..

      Tapi tetap yang lebih beruntung adalah Mereka (baik kaum Adam maupun Hawa) yang menyadari akan peluang ini, dan menyegerakannya!!

            Bismillah, Ya Allah mudahkanlah. . Kapan lagi? mumpung masih jejaka. . Fokus perhatian beban belum begitu banyak Lim,,,

Cinta Oh Cinta #Part 3

CINTA HAKIKI

Adalah berhak merasa sedih
jika kenyataan ternyata tak sesuai harapan
Adakalanya hidup memang tak adil

Adalah wajar jika merasa ringkih
Saat badai kehidupan menghebat meratakan cita dan angan
Kadang harapan memang sebatas mimpi

Tentu bukan kesalahan jika merasa letih
Sebab kadang kenyataan tak menyapa keinginan
Memang hidup tak selalu pasti

Adalah manusiawi untuk merasa jengah dan interupsi
Sebab seringkali kita menganggap ketidaksesuaian sebagai kesalahan
Memang hidup adalah permainan yang mungkin dan boleh-jadi

Adalah bisa merintih perih dan mengadu nyeri
Sebab langit tak selalu cerah
Kadang ia berwarna gelap dan bercorak ngeri

Demikianlah episode kehidupan
Kadang Cinta Tuhan tak datang dalam rupa yang indah
Dan bentuk yang sesuai harap

Begitulah kadang Cinta Tuhan Usah dipertanyakan, mengapa?
Sebab Cinta sejati dan hakiki, apakah perlu dipertanyakan?

Ada saat Kau tampakan Cinta dengan rupa berjuta semerbak bunga
menelisik hati menghibur duka, menentramkan dan membuat bahagia
Ia Cinta, hanya dalam rupa yang biasa

Kadang Cinta Tuhan bagai sembilu, mengiris hati pahit laksana empedu
Namun sungguh Kau sedang ajari aku sesuatu
Ia tetaplah Cinta, dalam wajah asing dan baharu

Kita namakan yang pertama Cinta, dan yang kedua sebagai Derita
Bagi Tuhan keduanya sama saja
Supaya kita tak terlalu tak-setia

Oh Allah ya Rabbi, ajarkan aku a-ba-ta-tsa Cinbta
Sebab Cinta adalah lentera, dalam gelap dan resah jiwa
Dengannya Kau tunjukan rahasia dan makna-makna

Ya Rahman, ajarkan aku mengeja Cinta

Sebab dengannya, kemanapun kuhadapkan wajah,
yang ada indah wajahMu saja

Bapak |M. Ishaq|

Muta’addib #1

Bismillah!!!

Semester 2 merupakan gerbang awalnya saya ikut bergabung dalam sebuah komunitas Mu’addib!
ini do’a sejak SMA, Allohu Akbar!
kala itu saya menginginkan agar saya disimpan di lingkungan yg baik,
yaitu di sekeliling orang-orang yang shalih,
orang-orang yang senantiasa mengingatkanku ketika jiwa lengah dari hisab,
orang-orang yang tak bosannya menjadi jalan datangnya inspirasi..

sebuah kebahagiaan tersendiri tak kala saya bisa berinteraksi dengan para penghuni komunitas!
mungkin saya belum bisa begitu dekat dengan rekan-rekan yang lain, karena memang temperatur kita belum sama!
hanya saja saya merasa bengga dengan kesungguhan mereka!, jarang sekali orang tertarik untuk berfikir!
Ya Berfikir, disini adalah majelis bagi orang-orang yang ingin berfikir!
dan bagiku berfikir untuk Kebenaran hakiki adalah salah satu bentuk rehatku dari kepenatan sehari-hari di kampus

setiap kali yang kulakukan di grup komunitas adalah mengamati, memahami dan menyerap ilmu-ilmu yang luar biasa!
Ilmu yang tidak biasa saya dapatkan dari manapun,,
keberadaan ‘beliau’ sebagai muaddib kami sangat menyejukkan suasana, setidaknya bagiku!
ada hal yang membuat saya terdecak kagum dengan akhlak/ kepribadian/ pemikirannya..
dan semua berjalan dengan alami,
dan tanpa harus ada yang dipaksakan!

Sungguh, Saya mencintainya Karena Allah!
Semoga Allah menjaga beliau, dan memberikan usia yang panjang untuknya!
Inspirasi manfaat ini harus meng-influance semua orang, terutama para calon pendidik generasi mendatang

Membangun Bangsa dari Daerah?. . Yes!!

Malem tadi kakak kelas almamater saya sekaligus alumni paguyuban kami berorganisasi FORMAT (Forum Silaturahmi Mahasiswa Garut),, Kang Goris Mustaqim hadir di Kick Andy! waah,, surprise!! surprise bukan karena kehadirannya di TV, melainkan surprise dengan konsep pemikirannya!!
ternyata beliau mengambil konsep membangun negeri dari desa (baru tau),,hhe alhamdulillah kalau konsepnya seperti itu!! berarti kita satu pemikiran. .

Ya memang semenjak awal kuliah di itb, setelah pasca lulus nanti saya lebih berminat dan berniat untuk kembali ke daerah saya,, ya walau kondisi saat ini masih jauh dari kondisi ideal kesejahteraan secara tahap pembangunan,, tapi kami juga telah punya kesejahteraan hati (batin) yang terpenuhi, ini saya rasakan ketika setiap kali pulang (read: mudik),, selalu saja ada kebahagiaan tersendiri bagi saya *bagaimana rasanya? ada deehh.. :D

bahagia ternyata masih ada beberapa orang yang memiliiki niatan yang sama… KErreen!!
alhamdulillah ga semua anak Garut pikirannya pergi jauh ingin kerja di OIl, ngejar gaji besar aja,, kalau utk sementara sih gpp, dan kembali mengembangkan potensi daerah!
kalau lama2 sampai akhir hidup,, bagaimana tugasnya sebagai panglima di negeri sendiri?…
hmm,, ayyo sahabat-sahabat senegri mari bangun negeri sendiri..
Mari kita share di negeri..
Mari kita Cintai negeri,,
Cinta Karena Allah :)

Cerita ini Insya Allah berlanjut,, sampai sini dulu sementara.. Mau UTS soalnya.. hhe
mhon didoakan ya!! :D
 

Cinta Oh Cinta #Part 2

Bismillah. .^^
Mengutip posting dari sahabat saya memaknai kata CINTA, begini:

Kalau kita suka pada seseorang karena dia MAHIR melakukan sesuatu,

    itu bukan cinta namanya tetapi KAGUM.

Kalau kita suka pada seseorang karena dia CANTIK atau TAMPAN,

    itu bukan cinta namanya tetapi NAFSU.

Kalau kita suka pada seseorang karena KAYA,

    itu bukan cinta namanya tetapi MATRE.

Kalau kita suka pada seseorang karena dia PERNAH bantu kita,

    itu bukan cinta namanya tetapi TERIMA KASIH.

Kalau kita suka MENERIMA bukanlah cinta namanya tetapi cinta haruslah MEMBERI

*
**
***

Akan tetapi, Kalau kita suka pada seseorang karena TIDAK tau mengapa,

    itu baru namanya CINTA.

***
**
*

Kalau kita suka pada seseorang karena ALLAH,

    itu baru cinta SESUNGGUHNYA.

Cinta Karena Allah


Ya, begitulah tentang memaknai sebuah Cinta.

Nah yang menjadi permasalahan, apakah kita telah mengamalkan cinta yang sesungguhnya ini?..
kalau belum, harus bagaimana?

Ada yang mau berbagi cerita kawan?. . silakan
Sungguh berbahaginya bagi orang –orang yang diliputi rasa cinta Karena Alloh (mengapa demikian?!!), karena dengan ia berlandaskan Cinta karena Alloh, segala bentuk pengorbanan Cinta yang Ia lakukan baik untuk urusan dunianya ataupun untuk urusan yang langsung kontak dengan Sang Rahman tidak akan pernah sedikitpun sia-sia.

#Menjadi catatan kisah tersendiri bagi saya pribadi, karena saya mengalami rasa Cinta yang satu ini. Cinta yang dibangun dalam ukhuwah keimanan. Ingin rasanya menyampaikan sebuah kalimat:
(“Ana uhibbikum Fillah”) secara langsung kepada mereka,

seperti yang dicontohkan para sahabat Rasul terdahulu. Tapi apalah daya, rasa malu senantiasa meliputiku. Tapi tak masalah yang terpenting dari cinta adalah action kita bukan?, buktikan bahwa kita mencintai saudara-saudara dan teman-teman kita karena ikatan Aqidah.
Teruntukmu saudara-saudaraku tecinta semoga Alloh senantiasa merahmatimu!!

Amiin…

:)

#Berharap Cinta ini abadi sampai kita semua dijumpakan di Syurga itu.

Perkara yang disukai Pria dari Wanita

Cinta adalah fitrah manusia. Cinta juga salah satu bentuk kesempurnaan penciptaan yang Allah berikan kepada manusia. Allah menghiasi hati manusia dengan perasaan cinta pada banyak hal. Salah satunya cinta seorang lelaki kepada seorang wanita, demikian juga sebaliknya.

Rasa cinta bisa menjadi anugerah jika luapkan sesuai dengan bingkai nilai-nilai ilahiyah. Namun, perasaan cinta dapat membawa manusia ke jurang kenistaan bila diumbar demi kesenangan semata dan dikendalikan nafsu liar.

Islam sebagai syariat yang sempurna, memberi koridor bagi penyaluran fitrah ini. Apalagi cinta yang kuat adalah salah satu energi yang bisa melanggengkan hubungan seorang pria dan wanita dalam mengarungi kehidupan rumah tangga. Karena itu, seorang pria shalih tidak asal dapat dalam memilih wanita untuk dijadikan pendamping hidupnya.

Ada banyak faktor yang bisa menjadi sebab munculnya rasa cinta seorang pria kepada wanita untuk diperistri. Setidak-tidaknya seperti di bawah ini.

1. Karena akidahnya yang Shahih

Keluarga adalah salah satu benteng akidah. Sebagai benteng akidah, keluarga harus benar-benar kokoh dan tidak bisa ditembus. Jika rapuh, maka rusaklah segala-galanya dan seluruh anggota keluarga tidak mungkin selamat dunia-akhirat. Dan faktor penting yang bisa membantu seorang lelaki menjaga kekokohan benteng rumah tangganya adalah istri shalihah yang berakidah shahih serta paham betul akan peran dan fungsinya sebagai madrasah bagi calon pemimpin umat generasi mendatang.

Allah menekankah hal ini dalam firmanNya, Dan janganlah kamu menikahi wanita-wanita musyrik, sebelum mereka beriman. Sesungguhnya wanita budak yang mukmin lebih baik dari wanita musyrik, walaupun dia menarik hatimu. Dan janganlah kamu menikahkan orang-orang musyrik (dengan wanita-wanita mukmin) sebelum mereka beriman. Sesungguhnya budak yang mukmin lebih baik dari orang musyrik, walaupun dia menarik hatimu. Mereka mengajak ke neraka, sedang Allah mengajak ke surga dan ampunan dengan izin-Nya. Dan Allah menerangkan ayat-ayat-Nya (perintah-perintah-Nya) kepada manusia supaya mereka mengambil pelajaran. (Al-Baqarah: 221)

2. Karena paham agama dan mengamalkannya

Ada banyak hal yang membuat seorang lelaki mencintai wanita. Ada yang karena kemolekannya semata. Ada juga karena status sosialnya. Tidak sedikit lelaki menikahi wanita karena wanita itu kaya. Tapi, kata Rasulullah yang beruntung adalah lelaki yang mendapatkan wanita yang faqih dalam urusan agamanya. Itulah wanita dambaan yang lelaki shalih.

Dari Abu Hurairah, Rasulullah saw. bersabda, Wanita dinikahi karena empat perkara: karena hartanya, keturunannya, kecantikannya, dan agamanya. Maka, ambillah wanita yang memiliki agama (wanita shalihah), kamu akan beruntung. (Bukhari dan Muslim)

Rasulullah saw. juga menegaskan, “Dunia adalah perhiasan, dan perhiasan dunia yang paling baik adalah wanita yang shalihah. (Muslim, Ibnu Majah, dan Nasai).

Jadi, hanya lelaki yang tidak berakal yang tidak mencintai wanita shalihah.

3. Dari keturunan yang baik

Rasulullah saw. mewanti-wanti kaum lelaki yang shalih untuk tidak asal menikahi wanita. “Jauhilah rumput hijau sampah! Mereka bertanya, Apakah rumput hijau sampah itu, ya Rasulullah?†Nabi menjawab, “Wanita yang baik tetapi tinggal di tempat yang buruk. (Daruquthni, Askari, dan Ibnu Adi)

Karena itu Rasulullah saw. memberi tuntunan kepada kaum lelaki yang beriman untuk selektif dalam mencari istri. Bukan saja harus mencari wanita yang tinggal di tempat yang baik, tapi juga yang punya paman dan saudara-saudara yang baik kualitasnya. Pilihlah yang terbaik untuk nutfah-nutfah kalian, dan nikahilah orang-orang yang sepadan (wanita-wanita) dan nikahilah (wanita-wanitamu) kepada mereka (laki-laki yang sepadan), kata Rasulullah. (Ibnu Majah, Daruquthni, Hakim, dan Baihaqi).

Carilah tempat-tempat yang cukup baik untuk benih kamu, karena seorang lelaki itu mungkin menyerupai paman-pamannya, begitu perintah Rasulullah saw. lagi. Nikahilah di dalam “kamar†yang shalih, karena perangai orang tua (keturunan) itu menurun kepada anak. (Ibnu Adi)

Karena itu, Utsman bin Abi Al-Ash Ats-Tsaqafi menasihati anak-anaknya agar memilih benih yang baik dan menghindari keturunan yang jelek. “Wahai anakku, orang menikah itu laksana orang menanam. Karena itu hendaklah seseorang melihat dulu tempat penanamannya. Keturunan yang jelek itu jarang sekali melahirkan (anak), maka pilihlah yang baik meskipun agak lama.

4. Masih gadis

Siapapun tahu, gadis yang belum pernah dinikahi masih punya sifat-sifat alami seorang wanita. Penuh rasa malu, manis dalam berbahasa dan bertutur, manja, takut berbuat khianat, dan tidak pernah ada ikatan perasaan dalam hatinya. Cinta dari seorang gadis lebih murni karena tidak pernah dibagi dengan orang lain, kecuali suaminya.

Karena itu, Rasulullah saw. menganjurkan menikah dengan gadis. “Hendaklah kalian menikah dengan gadis, karena mereka lebih manis tutur katanya, lebih mudah mempunyai keturunan, lebih sedikit kamarnya dan lebih mudah menerima yang sedikit, begitu sabda Rasulullah yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah dan Baihaqi.

Tentang hal ini Aisyah pernah menanyakan langsung ke Rasulullah saw. Ya Rasulullah, bagaimana pendapatmu jika engkau turun di sebuah lembah lalu pada lembah itu ada pohon yang belum pernah digembalai, dan ada pula pohon yang sudah pernah digembalai; di manakah engkau akan menggembalakan untamu?†Nabi menjawab, Pada yang belum pernah digembalai. Lalu Aisyah berkata, Itulah aku.

Menikahi gadis perawan akan melahirkan cinta yang kuat dan mengukuhkan pertahanan dan kesucian. Namun, dalam kondisi tertentu menikahi janda kadang lebih baik daripada menikahi seorang gadis. Ini terjadi pada kasus seorang sahabat bernama Jabir.

Rasulullah saw. sepulang dari Perang Dzat al-Riqa bertanya Jabir, “Ya Jabir, apakah engkau sudah menikah? Jabir menjawab, Sudah, ya Rasulullah. Beliau bertanya, “Janda atau perawan? Jabir menjawab, Janda. Beliau bersabda, Kenapa tidak gadis yang engkau dapat saling mesra bersamanya? Jabir menjawab, Ya Rasulullah, sesungguhnya ayahku telah gugur di medan Uhud dan meninggalkan tujuh anak perempuan. Karena itu aku menikahi wanita yang dapat mengurus mereka.†Nabi bersabda, Engkau benar, insya Allah.

5. Sehat jasmani dan penyayang

Sahabat Maqal bin Yasar berkata, Seorang lelaki datang menghadap Nabi saw. seraya berkata, Sesungguhnya aku mendapati seorang wanita yang baik dan cantik, namun ia tidak bisa melahirkan. Apa sebaiknya aku menikahinya? Beliau menjawab, Jangan. Selanjutnya ia pun menghadap Nabi saw. untuk kedua kalinya, dan ternyata Nabi saw. tetap mencegahnya. Kemudian ia pun datang untuk ketiga kalinya, lalu Nabi saw. bersabda, “Nikahilah wanita yang banyak anak, karena sesungguhnya aku akan membanggakan banyaknya jumlah kalian di hadapan umat-umat lain. (Abu Dawud dan Nasai).

Karena itu, Rasulullah menegaskan, Nikahilah wanita-wanita yang subur dan penyayang. Karena sesungguhnya aku bangga dengan banyaknya kalian dari umat lain. (Abu Daud dan An-Nasai)

6. Berakhlak mulia

Abu Hasan Al-Mawardi dalam Kitab Nasihat Al-Muluk mengutip perkataan Umar bin Khattab tentang memilih istri baik merupakan hak anak atas ayahnya, “Hak seorang anak yang pertama-tama adalah mendapatkan seorang ibu yang sesuai dengan pilihannya, memilih wanita yang akan melahirkannya. Yaitu seorang wanita yang mempunyai kecantikan, mulia, beragama, menjaga kesuciannya, pandai mengatur urusan rumah tangga, berakhlak mulia, mempunyai mentalitas yang baik dan sempurna serta mematuhi suaminya dalam segala keadaan.

7. Lemah-lembut

Imam Ahmad meriwayatkan hadits dari Aisyah r.a. bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Wahai Aisyah, bersikap lemah lembutlah, karena sesungguhnya Allah itu jika menghendaki kebaikan kepada sebuah keluarga, maka Allah menunjukkan mereka kepada sifat lembah lembut ini. Dalam riwayat lain disebutkan, “Jika Allah menghendaki suatu kebaikan pada sebuah keluarga, maka Allah memasukkan sifat lemah lembut ke dalam diri mereka.

8. Menyejukkan pandangan

Rasulullah saw. bersabda, Tidakkah mau aku kabarkan kepada kalian tentang sesuatu yang paling baik dari seorang wanita? (Yaitu) wanita shalihah adalah wanita yang jika dilihat oleh suaminya menyenangkan, jika diperintah ia mentaatinya, dan jika suaminya meninggalkannya ia menjaga diri dan harta suaminya. (Abu daud dan An-Nasai)

Sesungguhnya sebaik-baik wanitamu adalah yang beranak, besar cintanya, pemegang rahasia, berjiwa tegar terhadap keluarganya, patuh terhadap suaminya, pesolek bagi suaminya, menjaga diri terhadap lelaki lain, taat kepada ucapan dan perintah suaminya dan bila berdua dengan suami dia pasrahkan dirinya kepada kehendak suaminya serta tidak berlaku seolah seperti lelaki terhadap suaminya, begitu kata Rasulullah saw. lagi.

Maka tak heran jika Asma binti Kharijah mewasiatkan beberapa hal kepada putrinya yang hendak menikah. Engkau akan keluar dari kehidupan yang di dalamnya tidak terdapat keturunan. Engkau akan pergi ke tempat tidur, di mana kami tidak mengenalinya dan teman yang belum tentu menyayangimu. Jadilah kamu seperti bumi bagi suamimu, maka ia laksana langit. Jadilah kamu seperti tanah yang datar baginya, maka ia akan menjadi penyangga bagimu. Jadilah kamu di hadapannya seperti budah perempuan, maka ia akan menjadi seorang hamba bagimu. Janganlah kamu menutupi diri darinya, akibatnya ia bisa melemparmu. Jangan pula kamu menjauhinya yang bisa mengakibatkan ia melupakanmu. Jika ia mendekat kepadamu, maka kamu harus lebih mengakrabinya. Jika ia menjauh, maka hendaklah kamu menjauh darinya. Janganlah kami menilainya kecuali dalam hal-hal yang baik saja. Dan janganlah kamu mendengarkannya kecuali kamu menyimak dengan baik dan jangan kamu melihatnya kecuali dengan pandangan yang menyejukan.

9. Realistis dalam menuntut hak dan melaksanakan kewajiban

Salah satu sifat terpuji seorang wanita yang patut dicintai seorang lelaki shalih adalah qanaah. Bukan saja qanaah atas segala ketentuan yang Allah tetapkan dalam Al-Quran, tetapi juga qanaah dalam menerima pemberian suami. Sebaik-baik istri adalah apabila diberi, dia bersyukur; dan bila tak diberi, dia bersabar. Engkau senang bisa memandangnya dan dia taat bila engkau menyuruhnya. Karena itu tak heran jika acapkali melepas suaminya di depan pintu untuk pergi mencari rezeki, mereka berkata, “Jangan engkau mencari nafkah dari barang yang haram, karena kami masih sanggup menahan lapar, tapi kami tidak sanggup menahan panasnya api jahanam.

Kata Rasulullah, Istri yang paling berkah adalah yang paling sedikit biayanya. (Ahmad, Al-Hakim, dan Baihaqi dari Aisyah r.a.)

Tapi, Para wanita mempunyai hak sebagaimana mereka mempunyai kewajiban menurut kepantasan dan kewajaran, begitu firman Allah swt. di surah Al-Baqarah ayat 228. Pelayanan yang diberikan seorang istri sebanding dengan jaminan dan nafkah yang diberikan suaminya. Ini perintah Allah kepada para suami, “Berilah tempat tinggal bagi perempuan-perempuan seperti yang kau tempati. Jangan kamu sakiti mereka dengan maksud menekan. (At-Thalaq: 6)

10. Menolong suami dan mendorong keluarga untuk bertakwa

Istri yang shalihah adalah harta simpanan yang sesungguhnya yang bisa kita jadikan tabungan di dunia dan akhirat. Iman Tirmidzi meriwayatkan bahwa sahabat Tsauban mengatakan, Ketika turun ayat walladzina yaknizuna¦ (orang yang menyimpan emas dan perak serta tidak menafkahkannya di jalan Allah), kami sedang bersama Rasulullah saw. dalam suatu perjalanan. Lalu, sebagian dari sahabat berkata, Ayat ini turun mengenai emas dan perak. Andaikan kami tahu ada harta yang lebih baik, tentu akan kami ambilâ€. Rasulullah saw. kemudian bersabda, Yang lebih utama lagi adalah lidah yang berdzikir, hati yang bersyukur, dan istri shalihah yang akan membantu seorang mukmin untuk memelihara keimanannya.â€

11. Mengerti kelebihan dan kekurangan suaminya

Nailah binti Al-Fafishah Al-Kalbiyah adalah seorang gadis muda yang dinikahkan keluarganya dengan Utsman bin Affan yang berusia sekitar 80 tahun. Ketika itu Utsman bertanya, Apakah kamu senang dengan ketuaanku ini?†Saya adalah wanita yang menyukai lelaki dengan ketuaannya, jawab Nailah. Tapi ketuaanku ini terlalu renta. Nailah menjawab, Engkau telah habiskan masa mudamu bersama Rasulullah saw. dan itu lebih aku sukai dari segala-galanya.

12. Pandai bersyukur kepada suami

Rasulullah saw. bersabda, “Allah tidak akan melihat kepada seorang istri yang tidak bersyukur (berterima kasih) kepada suaminya, sedang ia sangat membutuhkannya.†(An-Nasa’i).

13. Cerdas dan bijak dalam menyampaikan pendapat

Siapa yang tidak suka dengan wanita bijak seperti Ummu Salamah? Setelah Perjanjian Hudhaibiyah ditandatangani, Rasulullah saw. memerintahkan para sahabat untuk bertahallul, menyembelih kambing, dan bercukur, lalu menyiapkan onta untuk kembali pulang ke Madinah. Tetapi, para sabahat tidak merespon perintah itu karena kecewa dengan isi perjanjian yang sepertinya merugikan pihak kaum muslimin.

Rasulullah saw. menemui Ummu Salamah dan berkata, Orang Islam telah rusak, wahai Ummu Salamah. Aku memerintahkan mereka, tetapi mereka tidak mau mengikuti.

Dengan kecerdasan dalam menganalisis kejadian, Ummu Salamah mengungkapkan pendapatnya dengan fasih dan bijak, “Ya Rasulullah, di hadapan mereka Rasul merupakan contoh dan teladan yang baik. Keluarlah Rasul, temui mereka, sembelihlah kambing, dan bercukurlah. Aku tidak ragu bahwa mereka akan mengikuti Rasul dan meniru apa yang Rasul kerjakan.

Subhanallah, Ummu Salamah benar. Rasulullah keluar, bercukur, menyembelih kambing, dan melepas baju ihram. Para sahabat meniru apa yang Rasulullah kerjakan. Inilah berkah dari wanita cerdas lagi bijak dalam menyampaikan pendapat. Wanita seperti inilah yang patut mendapat cinta dari seorang lelaki yang shalih.

Sumber dari Kang Yusuf

Antara Muharram dan Nasihat Sahabat!!

Alhamdulillah,,

Menginjak hari baru lagi di tahun baru!!
Semngt Berjuang Salim!! Semngt Berkarya,, untuk kawan-kawanku jazakalloh atas bantuannya, jarang sekali saya bisa mengevaluasi rukhiyah tanpa dorongan, mudah2an hari ini menjadi hari sebagai awal yang baik untuk menjalani kehidupan satu, dua, tiga atau lebih tahun ke depan!
Sungguh Istimewa, di hari awal 1 Muharram 1433 H ini, saya mendapat beberapa masukan sebagai pengingat dari sahabat-sahabatku (secara tidak sengaja) karena merupakan dalam serangkaian DKT GAMAIS,,
Berikut masukannya:
“Salim orangnya ramah banget !! ^^ . . . baik. Dan kalo bisa lebih Percaya Diri pasti jadi pribadi yang TOP BGT”
(Amiin, Insya Alloh Akhi Derian mhon do’anya supaya rukhiyahku ini bisa terjaga dan meningkat, tapi saya senantiasa kebingungan bagaimana sih untuk memulai membangun rasa Percaya Diri, rasa-rasanya susah bgt, udah dari dulu diusahain.. pada akhirnya minder lagi, minder lagi, hehe)

“Orang yang berpotensi menjadi seorang partner, teman dan sahabat. Saran: Jangan terlalu pemalu & tertutup. Banyak teman-teman yang ingin bersama antum”
(Huff,, padahal saya baru kenal sama wicak, ko kesan tiap orang baru selalu begitu, hehe. . Tak ingin pula rasanya saya menjd orang yang eksklusif, tapi bagaimana ya? Rasa-rasanya ana lebih damai sendirian, :D tapi suka juga bergaul dgn teman-teman yang punya semangat seperti antum,, biar ketularan semngtnya,, karena saya juga tak mau kalah.. Ayo dibantu ya, supaya saya tak jadi pemalu sejati!!)

“Bersungguh-sungguh dalam belajar, itu yang ane lihat ada di antum! Tambahkan rasa percaya diri untuk maju ya dan Insya Alloh semua untuk kebaikan”
(ini saran dari kadiv ana di OASIS kemarin,, syukron akhi Fathy.. hmm lagi-lagi masalah PD ya, , udah mengental mungkin ya, sampai-sampai semua orang berpandangan sama! Hayoh lebih PD lim!!)

“Salim teman yang baik banget. Bwt tambahan aja. Sering2 gaul ke banyak orang , bangun link dan gak hanya di gamais, di kelas jg harus lebih asik ”
(Huffs, ini saran dari teman kelasku, hihi lucu ya lagi-lagi masalahnya sama!! Haduh salim teu dimana-meni sama wae?? Syukron mister atas sarannya, tapi gmana atuh da rasa-rasanya susah wae membuat rasa nyaman di kelas the, sepertinya kita perlu kerjasama untuk membuat kondisi kelas lebih kondusif untuk semua elemen kelas, bukan hnya untuk satu geng aja!! Hayoh gmn?)

“terus tebar kebaikan di PAS akh. Ubah jd lebih baik dg materi yang telah didapat. Berusahalah lebih extrovert dg orang lain”
(wah,dari koment sohibku yang satu ini , , ada secercah titik cerah nih.. kuncinya saya harus berusaha, memaksakan diri, tapi bagaimana caranya? Hayoh salim antum udah jadi mahasiswa, masa gak bisa??. Akhi Shofwan jazakaloh atas sarnnya, mohon doa dan dukungannya ya! Saya juga ingin berbagi dgn saudara2 yang lain di PAS,, smoga bisa!! Hayo luruskan niat Lim!! )
Nah, sekarang msedikit menggali sejarah dari kehidupan saya pada saat tinggal di Asrama, berikut isinya:

“Kurang PD, konsentrasi rendah, tidak berani menyuruh (padahal boleh/ punya wewenang), ujung-ujungnya jadi single fighter”
(Jleg,, ini nasihat dari saudara kembaran saya, :D , syukron akhi Ginan.. sungguh saya teh bener-bener gak tega kalau suruh-suruhan th, tapi efeknya gak baik juga ya dalam konteks lain, salut dgn prinsip antum! Semoga bisa menular,, )

.:: ———::.
Sedikit uniq kesannya di awal tahun ini, dengan adanya media untuk share dan saling menasihati, Alhamdulillah kekurangan yang harus diperbaiki lebih kontrass terlihat,, mudah-mudahan bisa diaktualisasikan dalam kehidupan yang nyata!!
Lewat tulisan ini, insya Alloh jadi pengingat setia yang memberikan efek tersendiri bagi kehidupan saya!!

# Pesan untuk sahabat pembaca, benar-benar perlu adanya keterbukaan diantara sesama saudara-saudara kita, agar kita lebih peka terhadap lingkungan sekitar dan kita jua mngetahui kelemahan-kelemahan yang perlu direnovasi!!