Ta’aruf Yu…..?

Bismillaahirrohmaanirrohiim,,
Alhamdulillah, segala rahmat dan hidayah hanya milik Allah Azza Wajala..
Hamba senantiasa berlindung atas segala kelalaian dan kedzoliman diri ini dengan Lindungan dan naungan Rahmat Nya, amiin

“Tak kenal maka Ta’aruf”
Begitulah pepatah yang PAS untuk mengawali perkenalan kali ini,,

Pada kesempatan kali ini ana mau share mengenai makna atau filosofi nama yang telah menjadi gelar ana sejak lahir sampai sekarang, nama yang menjadi identitas diri, pembeda diri ini dengan orang lain. Pentingkah hal ini?.. menurut ana lumayan penting, karena nama bukan hanya sebuah gelar formalitas saja, tapi nama juga merupakan sebuah doa dan kasih sayang Orang Tua (Bapak dan Mamah) kepada kita khususnya ana.

Nah, pasti ada yang belum tahu kan nama ana yang sesungguhnya?,, (Maklum rada sering pakai nama samaran). Hehe, , Tapi jangan dulu suudzhan, bukan ana bermaksud teu narimakeun kanyaah kolot kalau istilah sundanya mah, tapi sebagai pemoles pamantes saja. Mengenai maknanya tentu tak kalah lebih indah dari yang aslinya. Saya sangat bangga dengan nama asli yang orang tua berikan, saya sangat merasa dekat ketika saudara memanggil namaku…

Namaku:
Aceng adalah panggilan akrab ana di keluarga, ini adalah nama kecilku, mengapa dikatakan sebagai nama kecil?. . karena asalnya dari kata Ceng yang artinya panggilan kasih sayang untuk anak kecil (Alhamdulillah ya, ana juga pernah menikmati masa-masa kecil yang indah dulu,hehe). Kata ini setara dengan kata-kata sapaan lain yang benar-benar nyunda banget, diantaranya ujang, asep, acep, cecep,dll. Hanya saja kata ini sudah jarang digunakan saat ini, makanya orang yang namanya sama dengan ana rata-rata usianya udah bapak-bapak,hmm. . tapi tak apalah menjadi seorang Aceng yang termuda diantara sejuta Aceng yang ada di dunia ini.
Salim adalah panggilan akrab ana di kalangan aktivis, kenalan baru dan kenalan jauh (termasuk saudara-saudaraku yang sama-sama berjuang dan saling mengingatkan di jalan Allah), Salim ini diambil dari bahasa arab yang artinya keselamatan (berharap Alloh memberkan keselamatan pada seorang Manusia Kecil ini beserta orang-orang bersamanya yang sama mencintai Engkau, amiin). Panggilan ini bisa dibilang panggilan besarnya, karena bertolak dari kata pertama di atas,hehe

Nama samaran pertama yang pernah ana gelar adalah ASYAL (panggilan akrab kawan-kawan semasa sekolah dulu), rasanya dekat banget kalau mereka panggil nama ana dgn kata tersebut, ASYAL itu masih nama asli kok,, hanya lebih disingkat yaitu dari Aceng Salim, sedikit lebay ya,, mohon dimaklum ya, lagi masa-masa galaunya tuh,hehe
Nama samara kedua adalah SAKATA, awalnya terinspirasi dari Akhi Ginan yang punya nama samaran tersebut, beliau adalah salah satu teman yang sudah berkali-kali membuat diri ini merasa malu di hadapan Alloh,, kawan seusia tapi sudah jauh lebih matang dan kokoh prinsip hidupnya,, hmm tak mau kalah, ana jadi kembarannya dulu, supaya bisa mengejar ketertinggalan. Syukron akhi sudah menjadi inspirator selama tinggal di asrama SALMAN. Eit-eit,, hati-hati SAKATA ini saya gelarkan pada nama gaulku bukan sembarang nama, tapi kata ini punya makna yang COCOk banget dengan itikad kehidupan ana,, dimana arti SAKATA = DIAM (berharap bisa terdiam dalam menahan hawa nafsu, amarah dan semua perilaku Mazmumah) dan tetap GAUL di lingkungan yang indah, baik dan penuh lantunan Asma-Nya.

Di ruangan belajar,21092011
2 minggu terakhir bulan kelahiran
Tersenyum syukur atas anugrah nama indah yang kusandang

Advertisements

Diskusi Yuuk? ~~

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s