Subhanallah!! 🙂
masih sangat jauh utk bisa seperti seperti beliau-beliau sbg seorang mujtahid,, apalagi bila menilik Rasul.. Ya Allah kasihi kami yg lemah ini!! amiin 🙂

mohamadishaq

Salah satu adab dalam keilmuan adalah mengetahui posisi kita berada dalam level mana. Para ulama membedakan tingkatan keilmuan menjadi muqallid (pengikut), mujtahid fatwa, mujtahid tarjih, mujtahid muqayyad, mujtahid ghayr muthlaq, dan mujtahid mutlhaq. Syaikh Muhammad Abu Zahrah membaginya dengan istilah lain: Mujahid Mustaqil, Mujahid Muntasib, Mujtahid Madzhab, Mujtahid Murajjih, Mujtahid Muwwazin. Kekacauan terjadi jika masing-masing tidak mengetahui tempatnya, seorang yang masih muqallid jika sudah taqlid dengan suatu fatwa janganlah merasa seperti seorang mujtahid dengan memfatwakan ini dan itu dan memaksakan pendapat pada yang masih muqallid lainnya, dan kemudian terlibat perdebatan yang menjurus pertengkaran, terlebih lagi jika ia seorang muqallid (yang taklid karena kekurangan ilmu). Bahkan muqallid pun terbagi tingkatannya ada yang muhaffidz dan muqallid, sebagian ulama lain membaginya menjadi muqallid muttabi’ dan muqallid ‘ammi.

Inilah adab dalam keilmuan yang diajarkan oleh tradisi keilmuan Islam. Bahkan saudaraku, para ulama saja masih mengakhiri dengan kata-kata penuh ketawadhuan: “Wallahu a’lam bishawab” dalam karya…

View original post 618 more words

Advertisements

4 thoughts on “

Diskusi Yuuk? ~~

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s