PR (hihihi)
Bismillah!!

Tatty Elmir

Beberapa waktu yang lalu, di mobil saya mendengar siaran radio yang sejenak membuat kami pendengarnya ‘ngakak’ hebat (meski tak mungkin lah sampai guling-guling 😉  Sepasang host kocak yang memandu acara tengah membincangkan hasil sebuah polling di berbagai negara tentang calon suami/istri idaman, dengan bumbu komentar jenaka yang tak habis-habis.

Kesimpulan penelitian itu menunjukkan bahwa wanita di belahan dunia manapun, ternyata tidak peduli dengan wajah sang lelaki calon suami.  Rata-rata perempuan responden yang berasal dari beragam kalangan menginginkan laki-laki yang setia, pintar, bertanggung jawab dan humoris.

Berbeda dengan responden laki-laki, konon lebih menginginkan perempuan dalam sisi physically  misalnya cantik, seksi, sedang masalah isi kepala dan rongga dada menjadi nomor kesekian.

Sejak beberapa tahun silam, saya diam-diam juga mengamati perilaku dan keinginan anak-anak muda putri yang rata-rata berpendidikan dengan status ekonomi menengah ke atas, dengan pemahaman agama yang cukup bagus.

Hasil amatan saya ternyata juga tidak beda jauh dengan hasil penelitian yang…

View original post 420 more words

Advertisements

Diam, ,
Sungguh Indah

Sekolah Penulis Indonesia

Sesungguhnya yang mendatangkan rasa cinta ini, yang mendatangkan rasa kagum ini, yang memekarkan hati ini adalah dari-Nya. Sungguh aku hanya bisa menerimanya. Aku hanya bisa pasrah tertegun tak bisa mengelak atas perasaan ini padamu. Tertegun dalam keindahan akhlakmu. Tertegun dalam manisnya lisanmu. Tertegun dalam tenangnya pandanganmu. Dan tertegun pula dalam kesejukan busanamu. Semua begitu sempurna, sungguh sempurna. Sesempurna  sesuai firman-Nya.

Aku yang mengagumimu dalam diam. Utuh tak tersentuh. Seperti mentari yang menyapa bunga-bunga bermekaran. Tak pernah menyentuh namun cintanya terasa bagi kuntum-kuntum bunga yang sedang bermekaran itu. Karena aku mengagumi maka izinkan aku tak mengusik khusyunya ibadahmu. Izinkan  aku tak  mengusik ketenangan hatimu. Tak mengapa aku tak bertegur sapa denganmu. Cukuplah bagiku menyapamu dalam doa-doaku. Cukuplah bagiku tersenyum lezat melihatmu bahagia. Cukuplah bagiku menyebut namamu dalam hamparan sajadahku.

Aku yang tersentuh akhlak muliamu, aku yang terkagum lekat dalam sikapmu, mencintaimu dalam diam mungkin lebih baik bagi diriku dan dirimu. Lebih…

View original post 190 more words

Luar biasa,,
ini Globe masa silam, sebelum globa saat ini belum ada 😀

mohamadishaq

Pada 1154 M seorang saintis muslim bernama Muhammad al-Idrisi menghadiahkan sebuah globe/peta pada raja Roger II dari Sisilia. Uniknya peta tersebut memiliki orientasi berbeda dengan peta yang ada saat ini. Muhammad al-Idrisi meletakkan belahan bumi bagian selatan (sebagian besar Asia, Afrika dan negeri-negeri muslim) di bagian atas, sedangkan negara-negara Eropa di bagian selatan (bawah).

Demikianlah saintis dalam masa itu berpandangan terhadap peta dunia, sebab itu negeri Yaman yang bisa berarti juga Yumn (kanan) disebut demikian karena ia negeri yang berada di bagian kanan jika kita berdiri di sekitar Makkah menghadap matahari terbit (syuruq) di timur (masyriq).

Namun, kita ketahui bahwa orientasi peta saat ini terbalik dengan pandangan al-Idrisi, di mana peta saat ini menempatkan negara-negara Eropa di bagian atas bulatan Bumi. Tentu, karena memang mereka tidak menginginkan menjadi “bagian bawah bumi”. Padahal atas atau bawah bumi dalam jagat raya ini sebenarnya sangat relatif.

Sebenarnya, sains “tidak netral-netral” amat kok :D.

View original post 2 more words