Bayang Cita-Ku

CitaKu!

Tepat pada 09092012, bayangan citaKu hadir menghampiri diri ini, ia datang tanpa dugaan sebelumnya. Lepas shalat maghrib bayangan itu hadir, mengalir begitu indah menandingi indahnya aliran mata air yang mengaliri aliran kehidupan di danau embun. Dalam benak hati ini, saya masih menganggap ia sebagai sahabat yg senantiasa saya rindukan kehadirannya! CitaKu bukan cita-cita biasa, Cita yg semua orang targetkan semasa kehidupannya. Hal yg membuat berbeda kehadirannya kali ini ia semakin menampakkan diri dalam bentuk bayangan cinta bayangan cita yang indah, paparannya begitu jelas. Menyejukkan pandangan hati terlebih pandangan mata secara dzahir.

Dalam citraannya,citaKu bercerita. Dia akan menghampiri ketika diri saya ini benar-benar sudah mafhum dalam penguasaan ilmu. Posisi saya disana adalah sebagai seorang guru, mentor dan sahabat murid-murid di sebuah pesantren/ sekolah madani. Yg tergambarkan pada lintasan tubuh citaku, dipaparkan keadaan lingkungan sekitar yang dipenuhi dengan rasa cinta. Murid-murid taat dan cinta pada guru. Terlebih guru-guru sangat mencintai murid-murid, mereka para guru sangat mengingini keselamatan akhlak bagi murid-murid. Tanda-tanda keikhlasan tampak jelas dari setiap sikap dan tingkah mereka dalam berinteraksi. Disana saya sangat menikmati suasana. Segerombol anak-anak hanyut dalam canda, riang belajar di tajug di pipir pondok, tepatnya di sebuah Taman yang biasa saya gunakan untuk menyendiri membersamau sahabat saya si ganteng Al Qur’anul Kariim. Tidak ada lagi rasa canggung dari anak-anak kepada saya, begitu pun saya. Hubungan kami tak ubahnya seperti hubungan serang ayah dengan puluhan anak yg ada di belakang taman itu. Tanpa menghilangkan adab tatakrama antara guru dan murid, kami berintearksi untuk mendiskusikan materi yang masih belum anak-anak mengerti.

Majelis Ilmu

Hari-hari yang menyertai masa ajal pun saya lalui dengan warna-warna sejuta pelangi yang dihiasi kasih sayang diantara semua civitas. Sepanjang tinggal di Pondok madani itu, tidak pernah ditemukan cerita-cerita yang memperkeruh suasana. Anak-anak menikmati masa belajarnya dengan penuh Khidmat. Siswa yang paling besar bertingkah layaknya seperti kakak, murid baru yang baru masuk mereka asuh dan diaping dengan ketulusan. Semua ini berlangsung secara alami, regulasi tak menjadi hambatan. Ikatan kasih sayang tidak hanya dilepaskan semasa tinggal di pondok saja, siswa alumni pun memiliki jadwal khusus untuk bersilaturahim, saling berbagi pengalaman, berbagi hikmah kepada adik-adiknya. Begitupun adik-adik, mereka menerima kedatangan kakak-kakaknya dengan legowo. Mereka dipersilakan untuk masuk dan bermain-main di sepanjang lingkungan pondok, dijamunya mereka dengan bungkusan makanan-makanan, kado, hadiah yang mereka miliki. Atmosfir saling berbagi dan memberi sangat dirasakan hati ini.

Guru-guru? Bagaimana dengan kondisi keilmuan para guru? .. para guru yang mengajar anak-anak adalah sekolompok pejuang  Allah (Jundullah), mereka senantiasa kompakan untuk mendidik dan membentuk akhlak anak-anak menjadi lebih mulia di hadapan Allah. Cinta kasih para guru akan ilmu sangatlah tinggi, walau sudah memiliki gelar doktor, mereka masih saja mensibukkan dirinya untuk memperdalam ilmu, mengajarkannya dengan ikhlas, dan mentransfer ilmu diantara sesama guru. Kulihat banyak guru-guru yang sedang dalam keadaan luang mengisi luang waktunya untuk bercengkrama dengan Al Qur’an, dengan kitab-kitab tulisan Ulama shalih, mereka mengisi juga tempat duduk-duduk majelis ilmu membersamai anak-anak. Tidak ada rasa gengsi untuk belajar “kembali” bersama anak-anak. Justru dgn membersamai mereka para guru belajar dan sangat memehami apa yang perlu ditekankan selama mengajar anak-anak di kelas Aaaah semuanya berjalan mengalir seperti aliran mata air embun dari gunung Jannahnya Allah. Sangaat indah, merasa bersyukur ketika di temukan dengan citaKu yang indah ini. Entah kapan ia hadir menghampiriku?

Bayangannya memang bertambah semain jelas, apa mungkin karena saya terlalu merindukannya?.. entahlah .. dengan ini, ku Azzamkan kembali di balik hati ini untuk memantaskan diri berada di lingkungan seperti yang citaKu paparkan di sepanjang bayang maghrib itu.

                Semakin tersanjung hati ini, ketika bayangan itu memperlihatkan “guru hati” saya berkunjung ke gubuk saya di samping pondok. Bahagia tak terkira mengisi kekosongan relung hati. Kehadirannya disertai dengan tangis bahagia, karena pun Guru bersedia untuk menziarahi muridnya ini. Kehadiran beliau saya terima apa adanya, sama halnya ketika saya menerima orang tua murid yang akan menitipkan anak-anaknya menjadi anak Saya. Ya,memang saya perlakukan sama, hal ini saya lakukan karena saya ingin menghormati beliau. Beliau selalu bahagia disaat kehadirannya diperlakukan seperti orang biasa. Dalam ingatan mungin pernah suatu waktu kehadiran beliau saya terima dengan istimewa. Di akhir pertemuan, beliau memberikan pepatahnya untuk menerimanya dengan apa adanya. Ya memang ada penggalan kata hikmah yg pernah saya terima, lupa apakah itu hadits atau ucapan sahabat/ Ulama shalih, dimana isinya “Barang siapa merasa bangga dan senang ketika kahidarannya disambut dengan berdiri, maka tempat duduk/ istirahatnya adalah neraka” .. Ya, pepatah ini senantiasa melekat dalam ingatanku. Hingga pada akhirnya pun Guru ziarah ke pondok kami. Rasa bahagia benar-benar tak tertahankan! Ku cium tangan beliau dengan khidmat ku peluk dengan rasa cinta, sepanjang waktu kunjungan itu saya benar-benar menginvest waktu saya untuk pun Guru, hingga akhirnya beliau pamt untuk pulang. Lagi-lagi di sampingnya saya tak ubahnya seperti anak kecil, seperti murid-murid saya yg saya ajar di pondok, benar-benar tak jauh beda. Anak-anak saya menyaksikan tingkah saya itu mungkin ikut haru, ikut bahagia .. ini kulihat dari isyarat wajah mereka yg menampakkan wajah senyum.

Muhasabah Maghrib

@Ruang Makan `~ Garut

 

 

 

Advertisements

Diskusi Yuuk? ~~

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s