Penggalan Silaturahim *Pasca Ramadhan*

Penggalan Silaturahim

Kali ini di sela waktu 11/09/2012, kembali saya saksikan sepenggal kisah orang-orang yang Allah mampukan ketika jiwanya terpanggil untuk menjumpaiNya di tanah Haram, rasanya haru, haru tambah haru disaat hati ini telah memiliki azam untuk meng’haji’kan Mamah saya. Saat ini dan beberapa waktu ke depan saya memang tidak memiliki bayangan. Tapi di hati ini terpatri keyakinan bahwa Allah lebih tau akan semua qada dan qadarNya yang telah ditetapkan. Teringat perkataan guru saya pada saat silaturahim pasca idul fitri tepatnya tanggal 4/09/2012 beliau mengingatkanku kembali, jangankan terkait hal-hal yang besar dalam kehidupan kita, lebih jauh dan lebih dalam lagi Allah mengetahui dengan teliti atas setiap kejadian yang telah Allah tetapkan dalam kitab Lauhmahfudznya. Misalnya saja jatuhnya daun kering dari pohonnya telah Allah catat dalam kitab kehidupan dimana, kapan dan kondisi apa ia jatuh ke tanah. Apalagi terkait takdir yang akan manusia jalani dalam kehidupannya. Semua telah atur sedemikian rupa agar kita senantiasa yakin dan tetap optimis atas semua ketetapanNya!

Tali Silaturahim

Alhamdulillah, Allah memang senantiasa menyediakan nasihat yang sangat bijak khususnya bagi saya pribadi. Pada saat kesempatan kelimpahan tiba, diri ini dituntut agar tidak lena dengan apa yang didapat kala itu, karena apa yang diperoleh saat itu sifatnya sementara. Mudah-mudahan Allah senantiasa melunakkan hati ini karenaNya! Begitupun kala waktunya masa “pailit” melanda, sering jiwa ini lemah lemes karena diterpa cobaan yang tidak diimbangi dengan penguatan hati, pada masa ini saya dituntut untuk lebih meyakini akan kekuasaan Allah yang sering kali hadir tanpa ada sangka dan prediksi sebelumnya. Bismillah, akan ku biarkan semuanya mengalir mengikuti semua KetentuanMu Ya Aliim. Berharap jiwa ini senantiasa dikuatkan dan diingatkan lagi agar bisa sesegera keluar dari masa ke”galau”an dan kecemasan. Amiin

Kembali ke kunjungan silaturahim minggu kemarin, kami berbincang-bincang dengan pun Guru kami! “Bapak, doakan Salim ya Pak pada saat di mekkah nanti” sambil nyengir saya meminta. “Doain apa?, segera dapat jodoh”.

Hehehe, hati ini tersenyum. Gara-gara disinggung ttg hal itu, kami malah jadi bincang-bincang tentang “itu” (jodoh, takdir, khitbah, nikah). Lengkaap deh pokonya, padahal bincang-bincang awal kami adalah pembicaraan terkait kondisi ummat Islam, pertikaian, kisah keilmuan para ulama, dll. “Iya,iya Pak yang penting yang baik,baik!, awalnya hanya ingin meminta didoakan agar hati ini semakin didekatkan dengan Allah, tauhid di jiwa ini semakin kuat, qalb ini semakin merindukan kajian Ilmu yg bisa mengingat Allah lebih lama, pengabdian diri ini bisa diserahkan sepenuhnya kepada Allah dan Rasulnya, raga ini bisa diinfakkan untuk berbakti kepada orang tua, guru, dan masyarakat seiman, ya hanya itu sisanya entah terkait jodoh, kekayaan dll sebagi plus-plus-plus”. Sesungguhnya saya ini tipe orang yg introvert, tidak mudah untuk berbagi cerita dan cita kepada orang lain, tapi kali ini saya tidak malu untuk untuk bertanya, bercerita kepada Guru saya. Karena saya yakin bercerita kepada orang yang Sholeh, bukan hanya cerita, yang tinggal cerita saja mengalir tanpa makna. Selalu ada ilmu yang saya peroleh membersamai cerita itu. Terlebih lagi doa yang dipanjatkan seorang guru bagi muridnya itu mudah untuk di kabul Allah. Sama halnya meminta do’a dari orang tua…… Aaaaahhh, aku bahagiaaaa! Ya Rabb, panjangkan umur mereka ya Rabb, guru-guruku, orang tuaku. Berikan kekuatan bagi diri ini untuk bisa berbakti kepada mereka.

Menginjak rumah pun Guru untuk pertama kalinya, bawaannya hati ini tenang, kondisi rumah sederhana, sejuk, saya sukaaaa, cita-cita saya punya rumah kelak di dunia ini cukup sederhana, menyuasanakan rumah sebagai madrasah yang senantiasa meningkat gairah menggali ilmu. Perbincangan kami terjadi lumayan cukup lama, tapi tidak terasa. saya bersama teman saya (Kang Mustofa) berkunjung ke rumah ba’da ashar, keluar rumah maghrib. Tak terasa memang, saking betahnya. Hmmm, kapan lagi ya berkunjung! Betah, apalagi saya belum pernah sempat silaturahim bersama ibunya (Fatih dan Azzam).

Mungkin gak ya beliau baca tulisan ini? ,, hmm, tidak pernah tahu, bisa jadi ya kalau Allah arahkan untuk membacanya! Hanya mau minta titip doa ya Pak, menegaskan kembali! Nanti pada saat di tanah Haram, doakan Salim! Doakan agar sy menjadi manusia seutuhnya, manusia yg cerdas, tahu diri akan tugas-tugas utama sy hidup di dunia. Doakan pula agar sy bisa menjadi penerus pejuang Ilmu. Minimal bisa seperti Bapak, 😀 ,, harus lebih pokoknya!

Semangaaaaaatz!!! Salim,, Allohu Akbar !!

di  bilik kamar

Bandung

Advertisements

Diskusi Yuuk? ~~

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s