Sahabat Solih itu . . .

Sahabat Solih itu . . .

Bahagia itu adalah ketika bisa silaturahim dengan orang-orang shaleh!

raga boleh saja jauh tak terhingga, namun ikatan persaudaraan terikat, melekat sangat dekat! Terma Kasih Allah, Engkau telah memperkenalkanku dengan satu orang shaleh lagi dari negeri seberang!

memang benar atas apa yang telah sahabat Umar radhiallohu anhum kata, bahwasanya:

“Nikmat yang paling berharga setelah nikmat Iman dan Islam adalah
memiliki sahabat yang soleh..
-Umar bin Khattab-”

Rabb, layakkanlah diri ini menjadi sahabat orang-orang shaleh .. amiin

12-12-12 Galeri 12

Tersadar banyak jua gambar yg sudah sy upload.. ini adalah sebagian kecil galeri yang pernah saya upload di web ini 🙂

5 Jari Inspiring

Jariku- jarimu. Tak sekedar mengenalkan dirinya sebagai jari biasa. Ia mencitrakan makna yang terkandungnya. Dan keberadaanya sungguh saya rasakan. Selamat memahami 🙂

jari tengah,

Ukurannya lebih panjang dari jari-jari lainnya. Ukuran yang lebih panjang dan berada ditengah merupakan simbol seseorang idola yang keilmuwannya lebih tinggi dan mau berada ditengah-tengah.

Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam, seorang nabi yang tak diragukan lagi keilmuwannya dan pernah menjadi penengah ketika kaum Quraisy berebut peletakkan batu di Ka’bah (Hajar Aswad). Nabi, memberikan inspirasi dan solusi di setiap permasalahan umatnya. Bukan hanya permasalahan negara, politik, ekonomi, dan segala macam pelak pelik kehidupan orang tua. Tapi juga sangat serius mengurusi anak-anak dan remaja.

Contoh sederhana, ketika nabi memberikan kepercayaan anak-anak muda untuk ikut berperang yang saat itu usia mereka antara 18 – 25 tahun. Bahkan diantara mereka ada yang diamanahi untuk memimpin pasukan. Maka pantaslah kalau nabi Muhammad kita posisikan menjadi idola yang paling tinggi dari idola lainnya. Nabi pun dengan bijak memberikan pencerahan dan penengah ketika sekelompok umatnya iri terhadap umat yang lain karena masalah harta di perang Hunain. Maka, inspirasinya ada Nabi di jari tengah.

Jari manis,

Ukurannya lebih pendek dari jari tengah berdekatan langsung dengan jari tengah. Jari manis, merupakan simbol sahabat yang manis jika berucap, penyejuk hati jika berbuat. Orang yang pertama kali membenarkan perjalanan Nabi Isro dan Mi’raj adalah Abu Bakar radhiallahu anhu. Kalimat pembenarannya menjadi pemanis untuk Nabi. Abu bakar, sahabat yang menggantikan Nabi menjadi khalifah pertama. Sahabat yang lebih mementingkan keselamatan Nabinya saat bermalam di Gua Tsur dalam perjalanan hijrah. Hari-harinya Abu Bakar senantiasa menjadi pemanis bagi nabi.
Belajar langsung dari Abu bakar, belajar menjadi seorang sahabat yang meneruskan risalah perjuangan, merelakan jiwa dan raga untuk menjadi pemanis Nabi dan umatnya. Maka, Inspirasinya ada Abu bakar di jari manis.

Jari telunjuk,

Berkarakter tegap dan lurus. Sering digunakan sebagai tanda untuk menunjuk arah jalan, untuk bertanya, dan menyatakan kehadiran ketika dipanggil namanya. Lebih menarik lagi jari telunjuk digunakan sebagai tanda tahiyat setiap ibadah sholat. Karakter Umar bin khatab radhiallahu anhu, cocok disimbolkan pada jari telunjuk. Berani berbuat tegas dan lurus ketika menemukan kebenaran. Jari telunjuk digunakan sebagai tanda perintah saat seorang pemimpin memerintah.

Begitulah seorang Umar yang sekali perintah dapat mengembangkan sayap-sayap dakwahnya. Aplikasi  nyata dari ajaran Nabi tampak pada diri Umar. Pantas, Umar pernah disebut oleh Rasul, ”Jika ada Nabi setelah aku adalah Umar”. Perluasan wilayah pemeluk Agama Islam belum terlalu luas di zaman Nabi Muhammad dan Abu Bakar. Di Zaman Umar lah perluasan wilayah pemeluk Agama Islam menjadi sangat luar biasa. Semua titik-titik yang di tunjuk Umar untuk dikuasainya hampir semuanya terkuasai. Umar pun pandai menunjuk orang-orang yang membantu pemerintahannya.  Maka  Inspirasinya  ada Umar bin Khatab  di jari telunjuk.

Jari jempol,

Lebih gemuk dari jari-jari lainnya sering dijadikan symbol setuju dan rasa suka oleh setiap manusia. Jempol menganalogikan kehidupan yang penuh kemewahan, ada senyum yang terpancar ketika kita berkata “oke” dengan mengacungkan jempol. Bentuknya yang gemuk sebagai simbol tidak adanya kesulitan untuk memenuhi kebutuhan, seperti makan dan minum. Karakter jari jempol bisa disebut karakter orang yang bergelimang harta. Sahabat yang secara nasab sudah kaya raya dan dipilih menjadi khalifah, ialah Utsman bin Affan radhiallahu anhu.

Sahabat yang rela dirinya syahid demi melindungi keluarganya agar selalu dekat pada Allah. Sahabat yang bukan menjadi kaya saat memimpin, tapi sebelum memimpin sudah kaya. Bahkan dengan kekayaannya tidak ia pergunakan untuk menjual keimanannya, justru ia mengorbankan seluruh harta untuk agama, bahkan jiwanya. Di akhir hidupnya ia syahid. Maka, renungkanlah inspirasi tentang Utsman bin Affan ada di jari jempol kita.

Jari kelingking,

Bentuknya kecil mungil, lebih kecil dari jari-jari yang lain. Sering digunakan oleh anak-anak meminta maaf kepada temannya ketika berkelahi. Ilustrasi bentuk yang kecil mengibaratkan seorang Khalifah selanjutnya yakni Ali bin abi thalib, sahabat nabi yang memeluk agama Islam dalam usia yang sangat muda. Sahabat Nabi yang baik hati pada fakir miskin saat dalam kehimpitan rezeki, sahabat Nabi yang haus akan ilmu dari usia muda. Motivasi untuk sukses di usia belia dapat kita tiru dari seorang sahabat nabi Ali bin Abi thalib radhiallahu anhu. Akhirnya inspirasi  Ali bin Abi Thalib ada di jari kelingking.

Sahabat pembaca, teruslah mengisi hidup ini seperti yang dilakukan oleh Nabi. Ilustrasi jari menguatkan kita selalu menjadikan Nabi sebagai solusi hidup. Angkat tangan kanan kalian. Kepalkan, bayangkan mengepal semangat nabi dan Khulafaurrasyidin. Lalu teriakkan semangat “Allahu Akbar”.

Wallahu’alam…