//Sim Kuring(^^)

 

 

.: Bismillahirrohmaanirohiim :.

Kala datang waktu dini hari di sebuah desa kecil yang indah, tepatnya 21 tahun yang silam (September 1990) Alhamdulillah dengan kekuasaan Qudrat Allah seorang Ibu melahirkan bayinya yang kecil nan merah dengan lancar, waktu itu adalah hari selasa sama persis dengan hari kelahiran ibunya. Bahagianya bayi ini disambut dengan bahagia oleh seorang Bapak dengan lantunan Adzannya yang beliau senandungkan di telinga bayi baru ini. Kehadiranku kala itu telah membuat keluarga dan saudara dirundung rasa bahagia, hal ini baru rasakan akhir-akhir ini! Memang benar ada sebuah tali kasih sayang yang Allah tetapkan hubungannya dari orang tua pada anaknya! Bayi ini besar dengan bimbingan Orang Tua yang bernamakan Siti Fatimah (Mamah) dan Nanan (Bapa) juga Bibi, Mamang (Paman) dan Saudara-saudara yang lain termasuk adik-kaka.

Nama yang sekarang saya emban adalah “Aceng Salim” karena dulunya udah keterlanjuran masuk Akte dan Ijazah SD, padahal nama aslinya adalah “Ceng Salim” yang artinya “Ceng” itu nama kecil orang Sunda, panggilan kasih sayang untuk anak kecil dari orang-orang tua di Sunda, setara dengan istilah nama Ujang, Asep, dll. Kalau “Salim” artinya Selamat, Sejahtera!
Alhamdulillah dengan bekal nama ini saya bisa merasakan berkahnya sebuah nama.
Memang benar-benar mujarab bahwa nama adalah do’a. Panggilanku sampai saat ini sudah lumayan banyak.
Ada: “Ceng, Salim, Aceng, Asyal” saya sangat merasa bahagia kalau dipanggil Salim oleh kawan-kawan saya, tapi saya juga merasa bangga jika saya dipanggil Ceng di lingkungan keluarga. Aneh juga ya.. hehe. tapi intinya aku bangga punya gelar nama sebagai Seorang “Ceng Salim”.
Terima kasih banyak untuk pun Aki (Kakek) yang telah memberikan nama ini untukku.

Masa kecil seorang Salim diisi dengan banyak bermain, banyak belajar dan benyak mengaji, masa-masa ini benar-benar sangat menyenangkan. Permainan-permainan masa kecilku memang benar-benar uniq dan variatif. Kalaulah dilihat sekarang ini mainan-mainan itu mungkin sudah hangus ditelan masa. Tapi kenangan itu masih saja terngiang dalam ingatanku, memang indah, bersyukur karena telah mengalami masa-masa kecil itu.

Dunia pendidikan sudah Salim rasakan sejak dini sekali, sebelum masuk dunia pendidkan formal saya sudah suka “ngingintil” (Ikut) kakak saya ke madrasah untuk belajar agama, juga sudah suka belajar menulis dan membaca sejak belum masuk SD. Teringat kembali masa-masa SD, pada saat SD kelas 1 saya sangat bersemangat untuk belajar dengan peringkat 3 yang diberikan gurunya, Salim belum merasa puas. Dunia belajar dijadikannya sebagai dunia kompetisi (istilahnya dalam hal ini ia tak mau kalah), begitu juga dengan keagamaan, Salim lebih menyukai untuk mengikuti pelajaran-pelajaran yang kelasnya bareng-bareng dengan kawan-kawan yang seusia dengan kakaknya.

Masih tergores dalam ingatan pada saat kelas 3 SD saya akan memberikan sebuah hadiah prestasi sbg peringkat 1 di kelas untuk Bapa, Alhamdulillah Allah memberikan kesempatan itu, tapi sayangnya beberapa bulan sebelumnya Bapa meninggalkan kami sekeluarga, Allah telah lebih dulu mengambil bapaku sebelum saya memberikan hadiah itu. Pernah menjadi sebuah penyesalan bagiku, tapi hal itu tak berlangsung lama semenjak saya mengetahui bahwa yang Bapa perlukan dariku bukanlah segudang prestasi duniawi, melainkan Seorang Anak Shalih yang menyayanginya lewat do’a yang dialirkan untuknya.

Selesai masa SD dilalui di SDN Rancasalak III, Salim tak langsung melanjutkan ke SMP, banyak guru-guru dan teman-teman yang menyayangkan kalau saya tidak dilanjutkan. Masa usia ini saya isi untuk terus belajar di Madrasah dan membantu Ibu bekerja di Sawah, walau hanya bantu-bantu sebisa saya kala itu. Setahun berlalu saya merasa jenuh karena aktivitas belajarnya yang dirasa tidak ada tantangannya, maka dari itu saya memberanikan diri untuk kembali melanjutkan sekolah di SMPN 1 Kadungora, walau ibu melarangnya. Alhamdulillah di SMP, saya mendapat bantuan beasiswa dari sekolah, sehingga saya tidak terlalu memberatkan pikiran Ibu dalam hal biaya. Masa-masa SMP saya isi sepenuhnya untuk belajar, belajar dan belajar. Belajar dari Sekolah dan Madrasah.

Selepas SMP behenti, lagi-lagi saya harus berhadapan dengan Ibu untuk meyakinkan bahwa saya harus lanjut Sekolah. Ibu saya hanya menjawabnya dengan diam (ini adalah jawaban yang paling mujarab bagi saya untuk bisa berpikir lebih dewasa sejak dini). Tapi Alhamdulillah dengan ikhtiar yang sungguh-sungguh saya berhasil merengek pada kaka saya yang memberikan biaya awal untuk masuk (padahal biayanya jauh lebih murah kalau dibandingkan dengan sekarang, tapi tetap saja ya berat banget kalau tak ada yang mau dibayarkan mah).

Singkat Cerita Saya Bisa masuk SMA Negeri 1 Leles, SMA terbaik di daerah saya yang paling dekat. Dengan tuntutan dari Ibu, saya tidak tinggal di rumah lagi, melainkan tinggal di rumah Saudara Keponakan yang sudah berkeluarga, supaya perjalanan ke sekolah bisa dijangkau dengan bersepeda. Lagi-lagi Alhamdulillah di SMA saya mendapatkan bantuan beasiswa dari seorang Alumni SMA lewat guru BK dalam hal pembiayaan bulanan di sekolah. Dari sini saya semakin yakin bahwa Allah tidak akan membiarkan hambanya yang menuntut Ilmu hidup tanpa rezeki. Karena Perintah mencari Ilmu itu juga perintahNya.

Masa-masa SMA saya isi full dengan Belajar berbagi hal, bukan hanya belajar akademik, pada masa ini saya mulai belajar berorganisasi, belajar mendidik, juga belajar Islam lebih dalam.
Pada masa ini, Salim juga dipertemukan dengan sahabat-sahabat kecil (karena semuanya berada di bawah usia saya) yang bisa mengantarkan diri untuk merasakan betapa indahnya Ukhuwah Islamiyah. Terlebih lagi sekarang, jangkauannya semakin luas yang membuat saya semakin cinta Islam dan Sangat merasa Bangga dengan identitas diri sebagai seorang muslim. Salah satu bentuk Cinta ini, saya tidak akan pernah untuk jemu dan bosan belajar Islam dan mencari kebenaran.

Tak terasa perjalanan ini sudah cukup jauh, angka 21th sudah terlewati dgn liku-liku perjalanan hidup. Dan masih belum sempat diri ini untuk mengabdi lebih baik pada Allah, Islam, Ibu, juga Orang-orang yang sempat memperkuat diri ini. Dengan berbekal semangat dan berharap berada di bawah naungan ridha Allah, saya terus menempa diri untuk menjadi manusia yang bisa menebarkan manfaat bagi sektarnya! Karena saya punya azzam untuk menjadi salah satu penggerak/ pemimpin di masa mendatang. Insya Allah.

Ya, begitulah seorang Salim. . Seorang pendiam tapi periang. Saat ini masih menempuh pendidikan mendalami ilmu Islam, teknologi Informasi dan pendidikan. Juga belajar hidup mandiri di kota kembang.

Menjadi muslim prestatif adalah passion mutlak bagi saya!!

“sahabat-sahabat sekalian saling mengingatkan ya!” Fastabiqul Khairat ^^

a.salim44153@yahoo.com

membersamai cita dan asa

@akhisalim

22 thoughts on “//Sim Kuring(^^)

  1. Assalamu’alaikum… salam pangwanoh Kang Salim… ti The Dzikron, nepangkeun abdi Sany Trisandi (admin The Dzikron)… mugia blog na aya tina kaberkahan… Aamiin…

    • ‘alaikumussalam warahmatullah..
      silam silaturahim kang, punten nmbe tiasa waler 🙂
      amiin Ya Mujiib, mugia akang oge sami!

      konten nasyidna abdi suhunkeunnya kang, nuhun

    • ‘alaikumussalam warahmatullah. .
      muhun mangga kang salam silaturahim jua!!
      semoga bisa jadi sahabat berbagi Ilmu dan Inspirasi!! SMNGT berbagi kang^^

      owh ya calon Guru ya kang! Semoga Allah memberkahi cita-cita mulianya 🙂

    • hhe. .
      cerita biasa kang.. banyak yang lebih dari ini dari kawan-kawan kita!!
      perjuangannya subhanallah. . 🙂

      ia, kang . .
      keep sharing ya!! 😀

  2. @Kang Ikhwan. . Amiin Ya Mujiib. . antum jga ya!! 🙂

    @Kang Dian. . mhun kang, abdi pituin sunda, linggihna di garut, dupi kang Dian masih kuliah? atnp tos berkarir?. . () sip nnti berkunjung ke blognya 🙂

  3. Salam kenal tuk menjalin persahabatan kang Aceng (nyunda pisaaaaaaaan… Heheee)
    Dian ti Sumedang 🙂

    Diantos di blog abdi, nya 🙂

Diskusi Yuuk? ~~

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s