Cita-cita Kami PIMPIN Bandung

PIMPIN (Institut Pemikiran Islam dan Pembinaan Insan) Bandung

Ikhtiar Mencetak Ulama-Ilmuwan Muslim

PIMPIN berusaha membangkitkan kembali para Ilmuan muslim yang tangguh, siap menghadapi tantangan zaman melalui gerakan keilmuan.

Suatu hari, seorang pemuda cerdas berkelana. Hanya ilmu yang ia inginkan. Dengan penuh semangat, ia belajar kepada puluhan guru. Pada usia 17 tahun, ia sudah menjadi peneliti bidang astronomi. Dengan fasih ia menerangkan garis bujur dan Lintang kepada masyrakat. Tak lama berselang, usia 22 tahunia membuat sebuah proyeksi peta, kartografi. Sebuah sumbangsih besar untuk peradaban modern. Usia 27 tahun menyempurnakan dalam sebuah buku “Kronologi’. Setelah itu, ia terus berkarya memberikan sumbangih bagi umat. Ialah Al Biruni.

Al Biruni ialah seorang Ilmuwan besar Islam. Tak hanya masalah astronomi ia kuasai. Buku-bukunya tentang matematika, kedokteran, sejarah,sastra, dan lainnya ia kuasai. Orang-orang seperti Al Biruni ini tidak sendiri. Masih ada ratusan ilmuan yang juga ulama pada zamannya. Ada Al Kindi, Ibn Sina, Ibn Taimiyyah, Ibn Qayyim, Al Farabi, Ibn Khaldun, dan masih banyak lainnya.

Berabad-abad kemudian di Bandung, tahun 2009, lahirlah Institut Pemikiran dan Pembinaan Insan (PIMPIN), sebuah wadah komunitas yang bercita-cita ingin mengembalikan kejayaan Peradaban Islam di Indonesia. Tak tanggung-tanggung, Prof. Wahn Mohd Daud, seorang intelektual muslim abad ini, turut hadir mendeklarasikan PIMPIN, selain para Pembina: Dr. Khalif Muammar, Dr. Adian Husaini (Ketua Program Studi Pemikiran Islam UIKA, Bogor, Adnin Armas, MA (Direktur Eksekutif INSIST), dan lainnya.
Selanjutnya, PIMPIN terus bergerak, menggelar megaproyek membentuk embrio-embrio Ilmuwan Muslim. Pelbagai training, dan workshop mulai digalakan dari kampus ke kampus seperti ITB, UI, Unikom, Unpad, ST Telkom, dan kampus-kampus lainnya.

“ Kami ingin menghimpun para ilmuwan untuk mengemban misi nabawi, yaitu misi tahriri-tanwiri-islahi (pembebasan-pencerahan-perbaikan). Kami berhasrat menggabungkan kekuatan para ilmuwan, dari berbagai bidang kepakaran, yang memiliki kerangka pemikiran dan worldview Islami yang jelas dan kukuh. Dengan harapan dapat memberi sumbangsih serta mewarnai pembinaan bangsa agar tampil sebagai bangsa mandiri, dan unggul yang diridhai oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala,” ungkap Usep Mohamad Ishaq, aktivis Institut Pemikiran Islam dan Pembinaan Insan (PIMPIN) kepada Alhikmah medio Desember 2012 lalu.

PIMPIN berusaha membangkitkan kembali para Ilmuan muslim yang tangguh, siap menghadapi tantangan zaman melalui gerakan keilmuan. “Belajar dari sejarah peradaban besar dunia, khususnya peradaban Islam yang gemilang, maka dalam pandangan kami gerakan pencerahan dan keilmuan yang intensif merupakan kunci terjadinya perubahan dan kebangkitan (nahdah) sebuah masyarakat.”
Oleh karena itu, Usep menambahkan, berbekal bimbingan Alquran dan penelitian yang mendalam terhadap sejarah peradaban manusia, kami menyadari bahwa menyelamatkan dan membangun kembali bangsa ini perlu dimulai dengan gerakan keilmuan yang intensif, dipelopori oleh golongan ilmuwan otoritatif dan kompeten. Tujuannya tentu untuk mengkaji dan memberikan solusi bagaimana dan pada bagian mana perbaikan (islah) hakiki dan komprehensif dalam tubuh umat dapat dilakukan.
“Kurikulum yang digunakan dikembangkan utamanya dari buku ‘Islam dan Sekularisme’ karya Prof. Al-Attas. Karena bagi kami karya tersebut merupakan karya yang mengandung pokok-pokok penting yang harus ditanamkan untuk membentuk pola pikir seorang muslim,” kata Usep. Menurutnya, pembinaan mencetak ilmuan dimulai dengan membentuk pola pikir Islam yang benar.
Sebut saja, mahasiswa Fisika yang dengan ilmunya suatu saat diharapkan menjadi Ulama besar yang juga faham agama, tak hanya fiskanya saja. Seorang mahasiswa Kimia yang kelak menjadi ilmuan muslim kimia. Juga seorang mahasiswa ekonomi yang kelak akan menjad ekonom besar. Tak hanya ahli bidang tertentu saja, tetapi ahli dalam hal agama.
“Karena itu bagi kami, hal yang paling penting untuk dilakukan untuk membentuk insan yang baik adalah memperbaiki cara berfikirnya dan cara pandanganya, termasuk masalah cara pandang terhadap ilmu dan pendidikan. Perbaikan ini dilakukan melalui pendidikan dan penanaman konsep-konsep penting tentang ilmu, Tuhan, agama, pendidikan, kemajuan, pembangunan, dan lain-lain,” tegas Usep.
Walhasil, gerakan PIMPIN ini difokuskan kepada para pendidik. Tak lain ialah guru, mahasiswa, dosen, dan institusi-institusi pendidikan. Dari sanalah, diciptakan ilmuwan-ilmuwan muslim, seperti halnya zaman kegemilangan Islam. Bahwa pernah ada, seorang saintis yang juga Ulama. Seorang ilmuwan besar, tetapi juga ia seorang Ulama. Karena, hubungan Islam dan ilmu-lmu lainnya adalah saling mendukung.
“Dalam Islam, sains, dan ilmu lainnya ditempatkan dalam tempatnya yang wajar sesuai proporsinya, sesuai wilayahnya. Namun alqur’an dan al-Hadith merupakan sumber ilmu tertinggi yang juga diakui,” ugkapnya. Dengan bimbingan wahyu dan juga keahlian masing-masing, para pendidik berkumpul di PIMPIN Bandung.
Mahasiswa-mahasiswa dengang getol mempelajari Islam tetapi juga sains. Mempelajari politik, tetapi mepelajari juga bahasa arab. Semuanya saling mendukung. Kajian-kajian yang dilakukan PIMPIN di Kampus-Kampus agar semata-mata, para mahasiswa yang kelak menjadi pendidik dan praktis mampu membawa nilai Islam dalam setiap aktivitasnya.

“Melalui pendidikan seperti ini, dengan pertolongan Allah subhanahu wa Ta’ala, kita tidak akan terlampau khawatir meninggalkan generasi yang lemah dan ringkih; kita akan berani meninggalkan generasi penerus kita karena telah mewariskan kepada mereka sesuatu yang akan melindungi mereka di dunia dan akhirat,” Pungkas Usep. Aaminn. Kita doakan bersama-sama.
[rizkilesus]

Pimpin Bandung on Media :)

PIMPIN  (Institut Pemikiran Islam dan Pembinaan Insan) Bandung

Ikhtiar Mencetak Ulama-Ilmuwan Muslim 

PIMPIN berusaha membangkitkan kembali para Ilmuan muslim yang tangguh, siap menghadapi tantangan zaman melalui gerakan keilmuan.

Suatu hari, seorang pemuda cerdas berkelana. Hanya ilmu yang ia inginkan. Dengan penuh semangat, ia belajar kepada puluhan guru. Pada usia 17 tahun, ia sudah menjadi peneliti bidang astronomi. Dengan fasih ia menerangkan garis bujur dan Lintang kepada masyrakat. Tak lama berselang, usia 22 tahunia membuat sebuah proyeksi peta, kartografi. Sebuah sumbangsih besar untuk peradaban modern. Usia 27 tahun menyempurnakan dalam sebuah buku “Kronologi’. Setelah itu, ia terus berkarya memberikan sumbangih bagi umat. Ialah Al Biruni.

Al Biruni ialah seorang Ilmuwan besar Islam. Tak hanya masalah astronomi ia kuasai. Buku-bukunya tentang matematika, kedokteran, sejarah,sastra, dan lainnya ia kuasai. Orang-orang seperti Al Biruni ini tidak sendiri. Masih ada ratusan ilmuan yang juga ulama pada zamannya. Ada Al Kindi, Ibn Sina, Ibn Taimiyyah, Ibn Qayyim, Al Farabi, Ibn Khaldun, dan masih banyak lainnya. 

Berabad-abad kemudian di Bandung, tahun 2009, lahirlah Institut Pemikiran dan Pembinaan Insan (PIMPIN), sebuah wadah komunitas yang bercita-cita ingin mengembalikan kejayaan Peradaban Islam di Indonesia. Tak tanggung-tanggung, Prof. Wahn Mohd Daud, seorang intelektual muslim  abad ini, turut hadir mendeklarasikan PIMPIN, selain para Pembina: Dr. Khalif Muammar, Dr. Adian Husaini (Ketua Program Studi Pemikiran Islam UIKA, Bogor,  Adnin Armas, MA (Direktur Eksekutif INSIST), dan lainnya. 
Selanjutnya, PIMPIN terus bergerak, menggelar megaproyek membentuk embrio-embrio  Ilmuwan Muslim. Pelbagai training, dan workshop mulai digalakan dari kampus ke kampus seperti ITB, UI, Unikom, Unpad, ST Telkom, dan kampus-kampus lainnya. 

“ Kami ingin menghimpun para ilmuwan untuk mengemban misi nabawi, yaitu misi tahriri-tanwiri-islahi (pembebasan-pencerahan-perbaikan). Kami berhasrat menggabungkan kekuatan para ilmuwan, dari berbagai bidang kepakaran, yang memiliki kerangka pemikiran dan worldview Islami yang jelas dan kukuh. Dengan harapan dapat memberi sumbangsih serta mewarnai pembinaan bangsa agar tampil sebagai bangsa mandiri, dan unggul yang diridhai oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala,” ungkap Usep Mohamad Ishaq, aktivis Institut Pemikiran Islam dan Pembinaan Insan (PIMPIN) kepada Alhikmah medio Desember 2012 lalu.

PIMPIN berusaha membangkitkan kembali para Ilmuan muslim yang tangguh, siap menghadapi tantangan zaman melalui gerakan keilmuan. “Belajar dari sejarah peradaban besar dunia, khususnya peradaban Islam yang gemilang, maka dalam pandangan kami gerakan pencerahan dan keilmuan yang intensif merupakan kunci terjadinya perubahan dan kebangkitan (nahdah) sebuah masyarakat.” 
Oleh karena itu, Usep menambahkan, berbekal bimbingan Alquran dan penelitian yang mendalam terhadap sejarah peradaban manusia, kami menyadari bahwa menyelamatkan dan membangun kembali bangsa ini perlu dimulai dengan gerakan keilmuan yang intensif, dipelopori oleh golongan ilmuwan otoritatif dan kompeten. Tujuannya tentu untuk mengkaji dan memberikan solusi bagaimana dan pada bagian mana perbaikan (islah) hakiki dan komprehensif dalam tubuh umat dapat dilakukan. 
“Kurikulum yang digunakan dikembangkan utamanya dari buku ‘Islam dan Sekularisme’ karya Prof. Al-Attas. Karena bagi kami karya tersebut merupakan karya yang mengandung pokok-pokok penting yang harus ditanamkan untuk membentuk pola pikir seorang muslim,” kata Usep. Menurutnya, pembinaan mencetak ilmuan dimulai dengan membentuk pola pikir Islam yang benar. 
Sebut saja, mahasiswa Fisika yang dengan ilmunya suatu saat diharapkan menjadi Ulama besar yang juga faham agama, tak hanya fiskanya saja. Seorang mahasiswa Kimia yang kelak menjadi ilmuan muslim kimia. Juga seorang mahasiswa ekonomi yang kelak akan menjad ekonom besar. Tak hanya ahli bidang tertentu saja, tetapi ahli dalam hal agama.
“Karena itu bagi kami, hal yang paling penting untuk dilakukan untuk membentuk insan yang baik adalah memperbaiki cara berfikirnya dan cara pandanganya, termasuk masalah cara pandang terhadap ilmu dan pendidikan. Perbaikan ini dilakukan melalui pendidikan dan penanaman konsep-konsep penting tentang ilmu, Tuhan, agama, pendidikan, kemajuan, pembangunan, dan lain-lain,” tegas Usep.
Walhasil, gerakan PIMPIN ini difokuskan kepada para pendidik. Tak lain ialah guru, mahasiswa, dosen, dan institusi-institusi pendidikan. Dari sanalah, diciptakan ilmuwan-ilmuwan muslim, seperti halnya zaman kegemilangan Islam. Bahwa pernah ada, seorang saintis yang juga Ulama. Seorang ilmuwan besar, tetapi juga ia seorang Ulama. Karena, hubungan Islam dan ilmu-lmu lainnya adalah saling mendukung.
“Dalam Islam, sains, dan ilmu lainnya ditempatkan dalam tempatnya yang wajar sesuai proporsinya, sesuai wilayahnya. Namun alqur’an dan al-Hadith merupakan sumber ilmu tertinggi yang juga diakui,” ugkapnya. Dengan bimbingan wahyu dan juga keahlian masing-masing, para pendidik berkumpul di PIMPIN Bandung.
Mahasiswa-mahasiswa dengang getol mempelajari Islam tetapi juga sains. Mempelajari politik, tetapi mepelajari juga bahasa arab. Semuanya saling mendukung. Kajian-kajian yang dilakukan PIMPIN di Kampus-Kampus agar semata-mata, para mahasiswa yang kelak menjadi pendidik dan praktis mampu membawa nilai Islam dalam setiap aktivitasnya.

“Melalui pendidikan seperti ini, dengan pertolongan Allah subhanahu wa Ta’ala, kita tidak akan terlampau khawatir meninggalkan generasi yang lemah dan ringkih; kita akan berani meninggalkan generasi penerus kita karena telah mewariskan kepada mereka sesuatu yang akan melindungi mereka di dunia dan akhirat,” Pungkas Usep. Aaminn. Kita doakan bersama-sama.
[rizkilesus]
Advertisements

di Balik Donor Darah

Dahulu, sekali awak ini ga punya ketertarikan untuk terjun sebagai stakeholder pada kegiatan Donor Darah!!

lah mengapa?… masalahnya klasik, agak anti dengan jarum!! Indahnya setiap kali anti dengan sesuatu, hampir selalu saya alami, jalani!

misalnya saja kali ini, awak di beri beban pikiran tanggung jawab sbg Penanggung Jawab Pubdok utk Donor Darah 4 Labtek. program donor ini diselenggarakan rutin oleh himpunan mahasiswa penghuni 4 labtek kembar (Labtek V, VI, VII, VIII), yaitu HMIF, HME, HMF, HMFT dan KMKL. Awak sendiri disini sebagai wakil dari HMIF/ Himpunan Mahasiswa Informatika.

Sepanjang perjalanan, ini beban baru yang awak alami, setelah bulan-bulan kemarin menerima amanah di logistiknya WIRELESS //diceritain nanti lain waktu Insya Allah, dan sekarang publikasi dan dokumentaasi, memang Allah maha tahu kebutuhan, hehe! saya minta ingin berkembang, dan jalannya banyak banget dan datangnya sering tak tersadari! ini lah hidup. . . hidup?

naaah, lalu bagaimana dengan planning hidup?

sekali-kali, berpikir apakah hal-hal yg tidak diinginkan akan saya alami?

hmmm, Allohu’alam!!

tetep khusnudzhan aja, dgn berpegang akan janji Allah! bahwa sekali-kali apa yang kita inginkan itu belum tentu baik untuk kita…

#ya Selamat Bertafakkur! hidup Syukur lebih indah

eh sekalian propaganda aja ya! untuk agenda donor besok? hehe

Continue reading

Membangun Bangsa dari Daerah?. . Yes!!

Malem tadi kakak kelas almamater saya sekaligus alumni paguyuban kami berorganisasi FORMAT (Forum Silaturahmi Mahasiswa Garut),, Kang Goris Mustaqim hadir di Kick Andy! waah,, surprise!! surprise bukan karena kehadirannya di TV, melainkan surprise dengan konsep pemikirannya!!
ternyata beliau mengambil konsep membangun negeri dari desa (baru tau),,hhe alhamdulillah kalau konsepnya seperti itu!! berarti kita satu pemikiran. .

Ya memang semenjak awal kuliah di itb, setelah pasca lulus nanti saya lebih berminat dan berniat untuk kembali ke daerah saya,, ya walau kondisi saat ini masih jauh dari kondisi ideal kesejahteraan secara tahap pembangunan,, tapi kami juga telah punya kesejahteraan hati (batin) yang terpenuhi, ini saya rasakan ketika setiap kali pulang (read: mudik),, selalu saja ada kebahagiaan tersendiri bagi saya *bagaimana rasanya? ada deehh.. 😀

bahagia ternyata masih ada beberapa orang yang memiliiki niatan yang sama… KErreen!!
alhamdulillah ga semua anak Garut pikirannya pergi jauh ingin kerja di OIl, ngejar gaji besar aja,, kalau utk sementara sih gpp, dan kembali mengembangkan potensi daerah!
kalau lama2 sampai akhir hidup,, bagaimana tugasnya sebagai panglima di negeri sendiri?…
hmm,, ayyo sahabat-sahabat senegri mari bangun negeri sendiri..
Mari kita share di negeri..
Mari kita Cintai negeri,,
Cinta Karena Allah 🙂

Cerita ini Insya Allah berlanjut,, sampai sini dulu sementara.. Mau UTS soalnya.. hhe
mhon didoakan ya!! 😀
 

Kepemimpinan #Seri 1

P E M U D A

Anda PEMUDA? ya saya juga PEMUDA..

Wahai PEMUDA,
mari sejenak mendengarkan sebuah kerisauan sahabat kita yang sama-sama PEMUDA!!!

Ini adalah tulisan sahabat saya, beliau menceritakan sepenggal kisahnnya sebagai wujud kepedulian seorang pemuda akan lingkungan sekitar,, ya Benar kita hidup di bumi ini bersosial bersama-sama masyarakat, namun kita sering menyepelekan hak-hak masyarakat yang ada pada diri kita, termasuk di dalamnya rasa empati dan kepedulian.

    “Penjual Cakue; antara Ketulusan dan kepekaan kita sebagai calon Pemimpin Bangsa”

Siang ini saya terkesan oleh bapak Penjual Cakue dan odading .

Begini ceritanya.

Siang yang terik. Rencananya dari asrama saya mau ke alfamart, mau beli minum dan sedikit snack. Akhirnya saya pinjam motor ke teman dan meluncur . Tiba-tiba di tengah jalan saya melihat ada seorang penjual Cakue sedang duduk dengan kotak berisi cakue di sampingnya. Usianya sekitar 50 tahun. Beliau sekilas saya perhatikan nampak lelah dan letih. Sementara dagangannya masih banyak. Melihat itu hati saya langsung tersentuh. Malu saya terhadap beliau. Saya bisa makan enak –meski dgn uang hasil usaha sendiri-. Malu sya kepada Allah, hidup enak sementara masih banyak orang-orang yang masih susah walau sekedar makan dan minum. Akhirnya saya putuskan untuk hanya membeli minuman di warung dekat asrama dan langsung menghampiri Bapak tsb.

“Pak, Cakue nya masih ada?” sengaja saya berbasa-basi, mencoba akrab dan mencairkan keletihan beliau. “Muhun, mangga” sopan sekali orang tua ini. Saya pun menanyakan harga nya, ternyata harga utk masing-masing adalah Rp 1000. Saya tidak memusingkan harga. “Saya beli 5ribu ya Pak.” Ucap saya.

“Mangga, apa aja A(Panggilan Lelaki muda di tatar Sunda)?”

“Cakue nya 3, terus odadin nya 2” jawab saya

“Mangga. Untuk cakue saos nya mau dipisah atau langsng aja?”

”langsung saja Pak,”

“Nuhun ya A”.

Selesai itu saya langsung pulang ke asrama. Setelah saya cek ternyata cakue nya enak juga hehe.

Kisah saya dan Penjual Cakue ini setidaknya memberikan beberapa hikmah, terutama bagi kalangan pemuda. Kita sma-sama tahu, pemuda adalah pilar stiap kemenangan. Pemuda adalah pembawa panji-panji peradaban. Di setiap zaman ada pemudanya. Sudah banyak pemuda yang menorehkan sejarah emas bagi dunia. Pemuda adalah pemimpin masa depan.

Menjadi pemimpin bukanlah hal yang mudah, apalagi sekedar main-main. Butuh idealisme dan komitmen dalam meraihnya. Pun, harus memiliki berbagai macam sikap yang bisa mendukungnya. Dua sikap yang merupakan hikmah dari kisah di atas adalah Ketulusan dan kepekaan. Dua sikap ini adalah salah satu sikap dasar yang harus dimiliki oleh setiap pemimpin atau calon pemimpin.

Ketulusan akan melahirkan kerja yang keras dan cerdas juga ikhlas. Kita bisa bayangkan sikap Penjual Cakue tadi. Bagaimana pun ia dalam kondisi letih dan lelah. Namun tatkala ada pembeli, ia sangat ramah. Seolah keletihan itu terbang ke langit. Pemimpin harus memiliki sikap ini. Mmengapa? Karena pemimpin adalah manusia, kadang bahagian, namun tak jarang juga bersedih. Tantangannya adalah pemimpin bukanlah manusia biasa. Ia harus mampu memberikan teladan semangat kepada bawahannya. Maka, sikap ketulusan seperti penjual Cakue tadi amat cocok bila coba kita praktikan dalam kehidupan kita.

Kepekaan dan kerisauan ialah sikap dasar dari seorang pemimpin. Ia merasa risau dengan keadaan lingkungannya, ia risau dengan segala permasalahan yang memebelenggu masayarakat. Bukan Risau biasa, tapi Risau memikirkan solusinya. Bila mencermati kisah di atas, kita menangkap disitu seorang mahasiswa, ketika melihat “fenomena” penjual Cakue yang lelah sementara dagangannya masih banyak,langsung ia risau. Saat itu ia segera refleksi diri dan mencari solusinya. Risau kemudian berpikir, maka akhirnya ia menemukan solusi minimal solusi cepat yaitu : membeli dagangan bapak tsb. Solusi kecil namun meolong dan sesuai. Jadi kalo coba kita alurkan, seperti ini kerangka berpikir pemimpin :

      MASALAH –> RISAU –> BERPIKIR –> SOLUSI

Alangkah indah dan Produktifnya bangsa ini tatkala para pemudanya mampu menjalankan alur berpikir seperti di atas. Minimal kita selalu Risau dan Berpikir tentang solusi bagi milyaran permsalahan bangsa dan dunia ini. Insya Allah bila sering Risau dan berpikir, menemukan Solusi-solusi cerdas adalah keniscayaan, Tinggal menunggu waktu.

    Selamat Menginspirasi!

Tulisan ini adalah kisah sahabat saya, Adam Habibie
Semoga Allah memberikan Rahmat dan Kekuatan bagi beliau!!

Jadi PEMUDA
SEMANGAT!!

Koala Camp (Kemah Alam PAS ITB)

Koala Camp


Assalamualaikum . . Hai adik-adik . . . bingung, liburan sekolah mau kemana??? mau cari yang asyik dan tak kalah menarik???

Yuu, mendingan kita ikut KOALA CAMP aja . . . !!!

Koala Camp ini merupakan acara kemah alamnya PAS ITB yang mengangkat tema “Indahnya Alamku”. Naah acara ini khusus buat adik-adik yang sekarang duduk di kelas 1-6 SD . Dimana nanti adik-adik akan belajar banyak mengenai alam, Belajar menanam pohon, Survival di alam, Menjaga lingkungan, Outbond dan banyaaaaaakk lagi kegiatan yang akan adik-adik lakukan disini..

Acaranya kapan sih???

Acaranya insyallah akan dilaksanakan pada tanggal 6-8 Januari 2012, dari hari Jum’at – Minggu.

Tempatnya dimana yaa??

Tempatnya di Bumi perkemahan Gunung Puntang Kabupaten Bandung… (deket kok, tempatnya asyik banget deh, udaranya segar, banyak pohon, ada sungai-sungai kecil)

Ngapain aja yaa kegiatannya??

• Survival games
• Jurit malam
• Long march
• Fun competition
• Baksos
• Menanam pohon, dll.

Yang ikutannya siapa aja sih??

Acara ini khusus buat adik-adik yang sekarang duduk di kelas 1 – 6 SD.

Bakal dapetin apa??

Selain nanti adik-adik akan mendapatkan pengalaman baru, dan juga teman-teman yang baru adik-adik juga akan mendapatkan : Souvenir, Makan minum , Nametag dll..

Bayar Berapa nih??

Murah kok cuma Rp. 275.000* (Dua ratus tujuh puluh lima ribu rupiah)*

Ingin Ikut . . . . Daftarnya kemana yaa???

Hubungi aja : Ka leni 081809157334
atau bisa langsung daftar ke Sekretariat PAS ITB Gedung kayu lantai III, Masjid salman ITB Ganesha No 7 Bandung. Di buka tiap hari Sabtu dan Ahad.

>> Daftar Online klik di sini

#Pendaftaran terbatas, Hanya untuk 100 adik aja . . makanya buruan segera DAFTAR SEKARANG JUGA !!!

info diambil dari http://pas.salmanitb.com